5 Feb 2021

Kelas X IPS 3

Guru Mapel                                 : Mulyani

Kelas                                            : X IPS 3

jam pelajaran                               : ke 3

KD                                               : 3.6 dinamika atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan

Materi                                          : unsur cuaca dan iklim, rumus tekanan udara

Assalamu'alaikum anak-anak bagaimana kabar kalian hari ini, jangan lua selalu kerjakan solat wajib lima waktunya dan tambahkan juga dengan solat sunah lainnya, apakah kalian telah mengerjakan solat sunah duha hari ini, anak-anakku pentingnya kalian mengerjakan solat duha, karena didalam solat duha banyak kebaikan dan rezeki tuk kalin, apa yang kalian inginkan bisa kalian dapatkan dengan mengerjakan solat duha dan berdoa setelah melakukan solat duha.

tujuan pembelajaran hari ini adalah 

3.6.1        1.   Menganalisis unsur-unsur cuaca dan interpretasi data cuaca 

             2. Mengidentifikasi dinamika atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan

             3. Memahami rumus tekanan udara

             Tekanan udara adalah tekanan yang ada pada suatu lokasi yang disebabkan oleh berat dari udara yang ditarik oleh gravitasi ke permukaan bumi. Artinya, semakin banyak udara yang ada di suatu wilayah, maka semakin tinggi pula tekanan atmosfer.

         Garis Isobar

Garis Isobar pada dasarnya adalah garis yang menghubungkan wilayah-wilayah yang memiliki tekanan udara yang sama. Pemanfaatan garis ini sangat penting dalam keilmuan geografi fisik, terutama meteorologi untuk menjelaskan persebaran fenomena cuaca di suatu wilayah tertentu.

faktor yang mempengaruhi tekanan atmosfer di suatu wilayah.

1. ketinggian dari wilayah tersebut, 

2. suhu udara, serta 

3. kelembaban udara yang ada pada wilayah tersebut

Gradien Barometrik adalah angka yang menunjukkan perbedaan tekanan udara melalui dua garis isobar yang dihitung untuk tiap-tiap 111 km = 1° di ekuator.

Satuan jarak diambil dari 1° di ekuator yang panjangnya sama dengan 111 km (1/360 × 40.000 km = 111 km).

Isobar adalah garis khayal yang memiliki tekanan udara yang sama.

Alat untuk mengukur tekanan udara adalah barometer.

Rumus mencari gradien barometrik:

Diketahui dua buah isobar masing-masing bertekanan 1.050 mb dan 1.000 mb. Kedua isobar itu berjarak 400 km. Berapakah gradien barometriknya?

diketahui
isobar 1 = 1.050 mb
isobar 2 = 1.000 mb
jarak (d) = 400 km

ditanya
Gradien Barometrik?

jawab:

GB = b x ( 111 km / d )
GB = selisih isobar x ( 111 km / jarak )
     = 1.050 - 1.000 x ( 111 km / 400 km )
     = 50 x ( 0,278 )
     = 13.87

Jadi, gradien barometrik antara isobar pertama dan isobar kedua dalam jarak 400 km adalah 13.87 mb/km.

Dari penjelasan materi diatas kerjakan latihan dibawah ini, kemudian hasilnya kalian melalui via telegram

1. Diketahui dua buah isobar masing-masing bertekanan 1.130 mb dan 1.092 mb. Kedua isobar itu berjarak 40 km. Berapakah gradien barometriknya?

2. Diketahui dua buah isobar masing-masing bertekanan 5.130 mb dan 2.252 mb. Kedua isobar itu berjarak 25 km. Berapakah gradien barometriknya?

3. Diketahui dua buah isobar masing-masing bertekanan 5.035 mb dan 2.002 mb. Kedua isobar itu berjarak 15 km. Berapakah gradien barometriknya?

4. Diketahui dua buah isobar masing-masing bertekanan 5.195 mb dan 2.242 mb. Kedua isobar itu berjarak 50 km. Berapakah gradien barometriknya?

Selamat mengerjakan dan tetap semangat

    

        

Kelas XII IPS 1

Guru Mapel                                : Mulyani

Kelas                                          : XII IPS 1

jam pelajaran                              : ke 1

KD                                              : 3.3 Pemetaan, indraja dan SIG

Materi                                         : Interpretasi peta pada pemanfaatan wilayah dan jaringan trasportasi

Assalamu'alaikum anak-anak bagaimana kabar kalian hari ini, jangan lua selalu kerjakan solat wajib lima waktunya dan tambahkan juga dengan solat sunah lainnya, apakah kalian telah mengerjakan solat sunah duha hari ini, anak-anakku pentingnya kalian mengerjakan solat duha, karena didalam solat duha banyak kebaikan dan rezeki tuk kalin, apa yang kalian inginkan bisa kalian dapatkan dengan mengerjakan solat duha dan berdoa setelah melakukan solat duha.

hari ini materi kita akan mengulang materi mengenai pemanfaatna pengindraan jauh pada semester sebelumnya, baiklah anak-anak ibu ingin memberikan penjelasan mengenai pemetaan dan pengindraan jauh, yang mana hari ini tujuan pembelajaran kita hari ini

1. Menjelaskan interpretasi peta untuk pemanfaatan wilayah

2. Menjelaskan interpretasi citra untuk pembangunan jaringan trasportasi

Interpretasi peta adalah upaya memahami atau menafsirkan simbol-simbol dalam peta.

Intepretasi Peta Terkait Jaringan Transportasi

1. Transportasi Darat

2. Transportasi Laut

3. Transportasi Udara

Interpretasi peta adalah kegiatan membaca peta atau menafsirkan atau memahami simbol-simbol yang ada pada peta. Penafsiran tersebut dapat dilakukan pada peta umum dan peta khusus. Peta umum menggambarkan berbagai kenampakan umum permukaan bumi. Pada peta ini hal-hal yang ditafsirkan lebih bersifat fisik.

Dalam proses interpretasi citra, para penafsir citra akan berusaha untuk mengkaji citra dengan tujuan untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan menilai arti pentingnya sebuah objek yang tergambar pada citra. Mereka akan berupaya untuk mengenali objek yang tergambar dan kemudian menerjemahkannya ke dalam berbagai bentuk pengetahuan dan disiplin ilmu seperti geografi, ekologi, dan berbagai macam ilmu lainnya.

Ada tiga kegiatan yang akan dilakukan dalam proses yang satu ini, yaitu:

  • Deteksi
  • Identifikasi 
  • Analisis

Deteksi

Deteksi merupakan tahap awal pengenalan objek-objek yang tampak pada citra pengindraan jauh. Seorang interpreter akan mengamati ketampakan objek dan menarik dugaan sementara mengenai objek tersebut yang selanjutnya akan melalui tahap identifikasi.

Identifikasi

Tahap identifikasi merupakan tahapan lanjutan dari deteksi yaitu pengelompokan objek-objek pada citra yang memiliki ciri-ciri yang sama. Pengelompokan objek-objek yang dianggap penting tersebut dinamakan delineasi.

Analisis

Tahapan ini akan menganalisa berbagai informasi yang sudah didapatkan, dan menentukan secara pasti hasil dari interpretasi citra yang dilakukan. Tahapan akhir ini disebut juga dengan konvergensi bukti.

Unsur Interpretasi Citra

Dalam melaksanakan kegiatan ini, ada unsur-unsur yang menjadi panduan kita untuk bisa menganalisa suatu objek dari foto yang diambil, unsur-unsur tersebut adalah:

Tekstur: Sebuah bentuk frekuensi perubahan rona pada citra. Akan dinyatakan dalam bentuk kasar, sedang dan halus. Contohnya hutan yang bertekstur kasar, belukar bertekstur sedang dan permukaan air bertekstur halus.

Bentuk: Merupakan gambar yang mudah dikenali. Seperti gedung yang punya bentuk seperti persegi panjang atau gedung sekolah yang berbentuk letter L.

Ukuran: Jarak, luas, tinggi lereng dan volume adalah berbagai bentuk poin yang harus diperhatikan dalam menentukan ukuran sebuah objek. Ukuran dapat dijadikan pembeda antar objek misalnya, ukuran rumah atau pemukiman relatif lebih kecil dibanding gedung perkantoran.

Pola: Unsur ini bisa membantu kita membedakan objek alami atau bentukan manusia, karena keduanya tentu memiliki pola yang sangat berbeda. Seperti pola aliran sungai yang tentu saja alami. Atau pola perumahan yang terjajar dengan rapi

Bayangan: Unsur ini akan menyembunyikan detail atau objek yang berada di daerah gelap. Hal ini bisa menjadi kunci pengenalan yang penting untuk beberapa objek, layaknya menara. Menara akan lebih mudah dikenali jika kita bisa melihat bayangannya dari foto yang diambil dari udara. 

Situs: adalah letak suatu objek terhadap objek lain di sekitarnya. Seperti pemecah ombak untuk pemukiman yang berada di pinggir laut.

Asosiasi: Unsur ini akan menunjukkan keterkaitan antara objek yang satu dengan objek lainnya. Jalan tol tentu akan diasosiasikan dengan jalan bercabang yang akan berkumpul menuju titik temu yaitu gerbang tol. 

dari hasil materi diatas berilah salah satu contoh peta apa saja kemudian interpretasikan kedalam sebuah VN kumpulkan melalui telegram kelas, contoh 


kemudian jabarkan bentuk kenampakan yg ada pada gambar diatas bisa melalui video atau melalui Voice Note kirimkan melalui telegram pribadi 


Kelas XI IPS 2

Guru Mapel                                : Mulyani

Kelas                                           : XI IPS 2

jam pelajaran                               : ke 2

KD                                               : 3.6 Dinamika penduduk dan dampaknya bagi kehidupan

Materi                                          : Mobilitas penduduk,data kependudukan dan sumber data                                                                           kependudukan

tujuan pembelajarn untuk materi hari ini adalah 

1. Mengidentifikasi mobilitas penduduk dan tenaga kerja

Menghitung pengolahan dan analisis data kependudukan 

3.Mengidentifikasi sumber data kependudukan

Assalamu'alaikum anak-anak bagaimana kabar kalian hari ini, jangan lua selalu kerjakan solat wajib lima waktunya dan tambahkan juga dengan solat sunah lainnya, apakah kalian telah mengerjakan solat sunah duha hari ini, anak-anakku pentingnya kalian mengerjakan solat duha, karena didalam solat duha banyak kebaikan dan rezeki tuk kalin, apa yang kalian inginkan bisa kalian dapatkan dengan mengerjakan solat duha dan berdoa setelah melakukan solat duha.

Baiklah anak-anak kita mulai pembelajaran kita dengan materi mobilitas penduduk

Mobilitas penduduk adalah gerak atau perpindahan penduduk dari suatu wilayah (geografis ) ke wilayah lain dalam jangka waktu tertentu. 

Mobilitas penduduk dapat dilihat dalam arti fisik, yaitu perpindahan penduduk untuk memperoleh peluang dan kesempatan yang lebih luas di tempat lain (mobilitas horizontal). 

Dalam arti sosial, ekonomi, dan budaya, yaitu upaya peningkatan status melalui peningkatan kesejahteraan (mobilitas vertikal). Mobilitas penduduk muncul sebagai akibat dari perkembangan fenomena sosial ekonomi nasional maupun regional.

Jenis- jenis mobilitas penduduk Mobilitas penduduk dapat dilihat juga dari batasan waktu, yaitu mobilitas permanen dan non permanen. Mobilitas permanen Mobilitas permanen adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dengan tujuan untuk menetap.

Macam Migrasi internal adalah: 

Urbanisasi 

Urbanisasi merupakan perpindahan penduduk secara berduyun-duyun dari satu desa (kota kecil, daerah) ke kota besar. 

Transmigrasi 

Transmigrasi merupakan perpindahan penduduk dari satu daerah (pulau) yang berpendudukan pada ke daerah (pulau) lain yang berpendudukan jarang.

Daerah tujuan transmigrasi di Indonesia biasanya ke Papua, Kalimantan, atau Sumatera.

Dalam transmigrasi ada beberapa jenis, yakni: 

Transmigrasi umum, adalah program transmigrasi yang disponsori dan dibiayai secara keseluruhan oleh pihak pemerintah.

Transmigrasi spontan, adalah perpindahan penduduk dari daerah padat ke pulau baru sepi penduduk yang didorong oleh keinginan sendiri. Tapi mendapat bimbingan dan fasilitas dari pemerintah

Transmigrasi bedol desa, adalah perpindahan penduduk yang dilakukan secara masal terhadap satu atau beberapa desa pindah ke pulau yang jarang penduduk. 

Mobilitas non permanen 

Mobilitas non permanen adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan tujuan tidak menetap atau bersifat sementara waktu.

Mobilitas non permanen dibedakan menjadi dua macam, yakni: 

Komutasi merupakan bentuk mobilitas penduduk non permanen secara ulak-alik (Pergi- pulang) tanpa menginap ke tempat yang dituju. Orang yang melakukan proses komutasi dinamakan komuter atau penglaju. 

Sirkulasi merupakan mobilitas penduduk non permanen tetapi sempat menginap di tempat yang dituju. Itu disebut juga mobilitas penduduk non permanen musiman.

Pengolahan data kependududkan bisa dilakukan melalui sensus penduduk

Laju pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu. Kegunaannya adalah memprediksi jumlah penduduk suatu wilayah di masa yang akan datang.

Laju pertumbuhan penduduk geometrik menggunakan asumsi bahwa laju pertumbuhan penduduk sama setiap tahunnya

Rumus laju pertumbuhan penduduk geometrik adalah sebagai berikut.

Pt = Po ( 1 = r ) t

Keterangan:
Pt = jumlah penduduk pada tahun t
Po = jumlah penduduk pada tahun dasar
t =  jangka waktu
r =  laju pertumbuhan penduduk

Jika nilai r > 0, artinya pertumbuhan penduduk positif atau terjadi penambahan jumlah penduduk dari tahun sebelumnya. Jika r < 0, artinya pertumbuhan penduduk negatif atau terjadi pengurangan jumlah penduduk dari tahun sebelumnya. Jika r = 0, artinya tidak terjadi perubahan jumlah penduduk dari tahun sebelumnya. 

Contoh 1

Pada tahun 2000, jumlah penduduk Kabupaten A adalah 206.730 jiwa. Kemudian pada tahun 2010, jumlah penduduk Kabupaten A menjadi 278.741 jiwa. Berapakah laju pertumbuhan penduduk geometrik Kabupaten A per tahun?

Jawab:

Diketahui:
Po = 206.730
Pt = 278.741
t = 2010 – 2000 = 10

Sehingga dengan menggunakan rumus laju pertumbuhan penduduk geometrik di atas, bisa diketahui laju pertumbuhan penduduk per tahunnya sebagai berikut.

Nanti ditayangkan melalui via WA dari ibu ya nak


Sehingga laju pertumbuhan penduduk geometrik Kabupaten A per tahunnya adalah 0,0303 atau 3,03 persen.

Dari contoh soal diatas jika dari kalian ada yang kurang faham bisa ditanyakan melalui via WA kelas jangan pribadi ya nak, perhatikanlah contoh soal diatas dengan cermat.

latihan 
Pada tahun 2000, jumlah penduduk Kabupaten A adalah 206.000 jiwa. Kemudian pada tahun 2010, jumlah penduduk Kabupaten A menjadi 278.000 jiwa. Berapakah laju pertumbuhan penduduk geometrik Kabupaten A per tahun?

kerjakan soal diatas jawabannya kirimkan melalui telegram pribadi, selamat mengerjakan

4 Feb 2021

Kelas XI IPS 1

Guru Mapel                                         : Mulyani

Kelas                                                    : XI IPS 1

Jam pelajaran                                       : ke 3

KD                                                       : 3.6 dinamika penduduk dan dampaknya bagi kehidupan

Materi                                                  : Mobilitas penduduk, pengolahan data kependudukan dan                                                                           sumber data kependudukan

 tujuan pembelajarn untuk materi hari ini adalah 

1. Mengidentifikasi mobilitas penduduk dan tenaga kerja

Menghitung pengolahan dan analisis data kependudukan 

3.Mengidentifikasi sumber data kependudukan

Assalamu'alaikum anak-anak bagaimana kabar kalian hari ini, jangan lua selalu kerjakan solat wajib lima waktunya dan tambahkan juga dengan solat sunah lainnya, apakah kalian telah mengerjakan solat sunah duha hari ini, anak-anakku pentingnya kalian mengerjakan solat duha, karena didalam solat duha banyak kebaikan dan rezeki tuk kalin, apa yang kalian inginkan bisa kalian dapatkan dengan mengerjakan solat duha dan berdoa setelah melakukan solat duha.

Baiklah anak-anak kita mulai pembelajaran kita dengan materi mobilitas penduduk

Mobilitas penduduk adalah gerak atau perpindahan penduduk dari suatu wilayah (geografis ) ke wilayah lain dalam jangka waktu tertentu. 

Mobilitas penduduk dapat dilihat dalam arti fisik, yaitu perpindahan penduduk untuk memperoleh peluang dan kesempatan yang lebih luas di tempat lain (mobilitas horizontal). 

Dalam arti sosial, ekonomi, dan budaya, yaitu upaya peningkatan status melalui peningkatan kesejahteraan (mobilitas vertikal). Mobilitas penduduk muncul sebagai akibat dari perkembangan fenomena sosial ekonomi nasional maupun regional.

Jenis- jenis mobilitas penduduk Mobilitas penduduk dapat dilihat juga dari batasan waktu, yaitu mobilitas permanen dan non permanen. Mobilitas permanen Mobilitas permanen adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dengan tujuan untuk menetap.

Macam Migrasi internal adalah: 

Urbanisasi 

Urbanisasi merupakan perpindahan penduduk secara berduyun-duyun dari satu desa (kota kecil, daerah) ke kota besar. 

Transmigrasi 

Transmigrasi merupakan perpindahan penduduk dari satu daerah (pulau) yang berpendudukan pada ke daerah (pulau) lain yang berpendudukan jarang.

Daerah tujuan transmigrasi di Indonesia biasanya ke Papua, Kalimantan, atau Sumatera.

Dalam transmigrasi ada beberapa jenis, yakni: 

Transmigrasi umum, adalah program transmigrasi yang disponsori dan dibiayai secara keseluruhan oleh pihak pemerintah.

Transmigrasi spontan, adalah perpindahan penduduk dari daerah padat ke pulau baru sepi penduduk yang didorong oleh keinginan sendiri. Tapi mendapat bimbingan dan fasilitas dari pemerintah

Transmigrasi bedol desa, adalah perpindahan penduduk yang dilakukan secara masal terhadap satu atau beberapa desa pindah ke pulau yang jarang penduduk. 

Mobilitas non permanen 

Mobilitas non permanen adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan tujuan tidak menetap atau bersifat sementara waktu.

Mobilitas non permanen dibedakan menjadi dua macam, yakni: 

Komutasi merupakan bentuk mobilitas penduduk non permanen secara ulak-alik (Pergi- pulang) tanpa menginap ke tempat yang dituju. Orang yang melakukan proses komutasi dinamakan komuter atau penglaju. 

Sirkulasi merupakan mobilitas penduduk non permanen tetapi sempat menginap di tempat yang dituju. Itu disebut juga mobilitas penduduk non permanen musiman.

Pengolahan data kependududkan bisa dilakukan melalui sensus penduduk

Laju pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu. Kegunaannya adalah memprediksi jumlah penduduk suatu wilayah di masa yang akan datang.

Laju pertumbuhan penduduk geometrik menggunakan asumsi bahwa laju pertumbuhan penduduk sama setiap tahunnya

Rumus laju pertumbuhan penduduk geometrik adalah sebagai berikut.

Pt = Po ( 1 = r ) t

Keterangan:
Pt = jumlah penduduk pada tahun t
Po = jumlah penduduk pada tahun dasar
t =  jangka waktu
r =  laju pertumbuhan penduduk

Jika nilai r > 0, artinya pertumbuhan penduduk positif atau terjadi penambahan jumlah penduduk dari tahun sebelumnya. Jika r < 0, artinya pertumbuhan penduduk negatif atau terjadi pengurangan jumlah penduduk dari tahun sebelumnya. Jika r = 0, artinya tidak terjadi perubahan jumlah penduduk dari tahun sebelumnya. 

Contoh 1

Pada tahun 2000, jumlah penduduk Kabupaten A adalah 206.730 jiwa. Kemudian pada tahun 2010, jumlah penduduk Kabupaten A menjadi 278.741 jiwa. Berapakah laju pertumbuhan penduduk geometrik Kabupaten A per tahun?

Jawab:

Diketahui:
Po = 206.730
Pt = 278.741
t = 2010 – 2000 = 10

Sehingga dengan menggunakan rumus laju pertumbuhan penduduk geometrik di atas, bisa diketahui laju pertumbuhan penduduk per tahunnya sebagai berikut.

Nanti ditayangkan melalui via WA dari ibu ya nak


Sehingga laju pertumbuhan penduduk geometrik Kabupaten A per tahunnya adalah 0,0303 atau 3,03 persen.

Dari contoh soal diatas jika dari kalian ada yang kurang faham bisa ditanyakan melalui via WA kelas jangan pribadi ya nak, perhatikanlah contoh soal diatas dengan cermat.

latihan 
Pada tahun 2000, jumlah penduduk Kabupaten A adalah 206.000 jiwa. Kemudian pada tahun 2010, jumlah penduduk Kabupaten A menjadi 278.000 jiwa. Berapakah laju pertumbuhan penduduk geometrik Kabupaten A per tahun?

kerjakan soal diatas jawabannya kirimkan melalui telegram pribadi, selamat mengerjakan

2 Feb 2021

Kelas XII ips 2

Guru Mapel                                : Mulyani

Kelas                                           : XII IPS 2

Jam pelajaran                              : ke 1

KD                                              : 3.3 Pemetaan, indraja dan SIG

Materi                                         : interpretasi peta untuk pemanfaatan wilayah dan jaringan trasportasi

Assalamu'alaikum anak-anak bagaimana kabar kalian hari ini, jangan lua selalu kerjakan solat wajib lima waktunya dan tambahkan juga dengan solat sunah lainnya, apakah kalian telah mengerjakan solat sunah duha hari ini, anak-anakku pentingnya kalian mengerjakan solat duha, karena didalam solat duha banyak kebaikan dan rezeki tuk kalin, apa yang kalian inginkan bisa kalian dapatkan dengan mengerjakan solat duha dan berdoa setelah melakukan solat duha.

hari ini materi kita akan mengulang materi mengenai pemanfaatna pengindraan jauh pada semester sebelumnya, baiklah anak-anak ibu ingin memberikan penjelasan mengenai pemetaan dan pengindraan jauh, yang mana hari ini tujuan pembelajaran kita hari ini

1. Menjelaskan interpretasi peta untuk pemanfaatan wilayah

2. Menjelaskan interpretasi citra untuk pembangunan jaringan trasportasi

Interpretasi peta adalah upaya memahami atau menafsirkan simbol-simbol dalam peta.

Intepretasi Peta Terkait Jaringan Transportasi

1. Transportasi Darat

2. Transportasi Laut

3. Transportasi Udara

Interpretasi peta adalah kegiatan membaca peta atau menafsirkan atau memahami simbol-simbol yang ada pada peta. Penafsiran tersebut dapat dilakukan pada peta umum dan peta khusus. Peta umum menggambarkan berbagai kenampakan umum permukaan bumi. Pada peta ini hal-hal yang ditafsirkan lebih bersifat fisik.

Dalam proses interpretasi citra, para penafsir citra akan berusaha untuk mengkaji citra dengan tujuan untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan menilai arti pentingnya sebuah objek yang tergambar pada citra. Mereka akan berupaya untuk mengenali objek yang tergambar dan kemudian menerjemahkannya ke dalam berbagai bentuk pengetahuan dan disiplin ilmu seperti geografi, ekologi, dan berbagai macam ilmu lainnya.

Ada tiga kegiatan yang akan dilakukan dalam proses yang satu ini, yaitu:

  • Deteksi
  • Identifikasi 
  • Analisis

Deteksi

Deteksi merupakan tahap awal pengenalan objek-objek yang tampak pada citra pengindraan jauh. Seorang interpreter akan mengamati ketampakan objek dan menarik dugaan sementara mengenai objek tersebut yang selanjutnya akan melalui tahap identifikasi.

Identifikasi

Tahap identifikasi merupakan tahapan lanjutan dari deteksi yaitu pengelompokan objek-objek pada citra yang memiliki ciri-ciri yang sama. Pengelompokan objek-objek yang dianggap penting tersebut dinamakan delineasi.

Analisis

Tahapan ini akan menganalisa berbagai informasi yang sudah didapatkan, dan menentukan secara pasti hasil dari interpretasi citra yang dilakukan. Tahapan akhir ini disebut juga dengan konvergensi bukti.

Unsur Interpretasi Citra

Dalam melaksanakan kegiatan ini, ada unsur-unsur yang menjadi panduan kita untuk bisa menganalisa suatu objek dari foto yang diambil, unsur-unsur tersebut adalah:

Tekstur: Sebuah bentuk frekuensi perubahan rona pada citra. Akan dinyatakan dalam bentuk kasar, sedang dan halus. Contohnya hutan yang bertekstur kasar, belukar bertekstur sedang dan permukaan air bertekstur halus.

Bentuk: Merupakan gambar yang mudah dikenali. Seperti gedung yang punya bentuk seperti persegi panjang atau gedung sekolah yang berbentuk letter L.

Ukuran: Jarak, luas, tinggi lereng dan volume adalah berbagai bentuk poin yang harus diperhatikan dalam menentukan ukuran sebuah objek. Ukuran dapat dijadikan pembeda antar objek misalnya, ukuran rumah atau pemukiman relatif lebih kecil dibanding gedung perkantoran.

Pola: Unsur ini bisa membantu kita membedakan objek alami atau bentukan manusia, karena keduanya tentu memiliki pola yang sangat berbeda. Seperti pola aliran sungai yang tentu saja alami. Atau pola perumahan yang terjajar dengan rapi

Bayangan: Unsur ini akan menyembunyikan detail atau objek yang berada di daerah gelap. Hal ini bisa menjadi kunci pengenalan yang penting untuk beberapa objek, layaknya menara. Menara akan lebih mudah dikenali jika kita bisa melihat bayangannya dari foto yang diambil dari udara. 

Situs: adalah letak suatu objek terhadap objek lain di sekitarnya. Seperti pemecah ombak untuk pemukiman yang berada di pinggir laut.

Asosiasi: Unsur ini akan menunjukkan keterkaitan antara objek yang satu dengan objek lainnya. Jalan tol tentu akan diasosiasikan dengan jalan bercabang yang akan berkumpul menuju titik temu yaitu gerbang tol. 

dari hasil materi diatas berilah salah satu contoh peta apa saja kemudian interpretasikan kedalam sebuah VN kumpulkan melalui telegram kelas, contoh 


kemudian jabarkan bentuk kenampakan yg ada pada gambar diatas bisa melalui video atau melalui Voice Note kirimkan melalui telegram pribadi 


Kelas X IPS 2, 1

Guru Mapel                                : Mulyani

Kelas                                           : X IPS 2, 1

jam pelajaran                               : ke 2 untuk kelas X IPS 2

jam Pelajaran                               : ke3 untuk kelas X IPS 1

KD                                               : 3.6 Dinamika atmosfer dan dampaknya bagi kehidupan

Materi                                          : Unsur cuaca dan iklim, dampaknya dan rumus tekanan udara

Assalamu'alaikum anak-anak bagaimana kabar kalian hari ini, jangan lua selalu kerjakan solat wajib lima waktunya dan tambahkan juga dengan solat sunah lainnya, apakah kalian telah mengerjakan solat sunah duha hari ini, anak-anakku pentingnya kalian mengerjakan solat duha, karena didalam solat duha banyak kebaikan dan rezeki tuk kalin, apa yang kalian inginkan bisa kalian dapatkan dengan mengerjakan solat duha dan berdoa setelah melakukan solat duha.

tujuan pembelajaran hari ini adalah 

3.6.1        1.   Menganalisis unsur-unsur cuaca dan interpretasi data cuaca 

             2. Mengidentifikasi dinamika atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan

             3. Memahami rumus tekanan udara

             Tekanan udara adalah tekanan yang ada pada suatu lokasi yang disebabkan oleh berat dari udara yang ditarik oleh gravitasi ke permukaan bumi. Artinya, semakin banyak udara yang ada di suatu wilayah, maka semakin tinggi pula tekanan atmosfer.

         Garis Isobar

Garis Isobar pada dasarnya adalah garis yang menghubungkan wilayah-wilayah yang memiliki tekanan udara yang sama. Pemanfaatan garis ini sangat penting dalam keilmuan geografi fisik, terutama meteorologi untuk menjelaskan persebaran fenomena cuaca di suatu wilayah tertentu.

faktor yang mempengaruhi tekanan atmosfer di suatu wilayah.

1. ketinggian dari wilayah tersebut, 

2. suhu udara, serta 

3. kelembaban udara yang ada pada wilayah tersebut

Gradien Barometrik adalah angka yang menunjukkan perbedaan tekanan udara melalui dua garis isobar yang dihitung untuk tiap-tiap 111 km = 1° di ekuator.

Satuan jarak diambil dari 1° di ekuator yang panjangnya sama dengan 111 km (1/360 × 40.000 km = 111 km).

Isobar adalah garis khayal yang memiliki tekanan udara yang sama.

Alat untuk mengukur tekanan udara adalah barometer.

Rumus mencari gradien barometrik:

Diketahui dua buah isobar masing-masing bertekanan 1.050 mb dan 1.000 mb. Kedua isobar itu berjarak 400 km. Berapakah gradien barometriknya?

diketahui
isobar 1 = 1.050 mb
isobar 2 = 1.000 mb
jarak (d) = 400 km

ditanya
Gradien Barometrik?

jawab:

GB = b x ( 111 km / d )
GB = selisih isobar x ( 111 km / jarak )
     = 1.050 - 1.000 x ( 111 km / 400 km )
     = 50 x ( 0,278 )
     = 13.87

Jadi, gradien barometrik antara isobar pertama dan isobar kedua dalam jarak 400 km adalah 13.87 mb/km.

Dari penjelasan materi diatas kerjakan latihan dibawah ini, kemudian hasilnya kalian melalui via telegram

1. Diketahui dua buah isobar masing-masing bertekanan 1.130 mb dan 1.092 mb. Kedua isobar itu berjarak 40 km. Berapakah gradien barometriknya?

2. Diketahui dua buah isobar masing-masing bertekanan 5.130 mb dan 2.252 mb. Kedua isobar itu berjarak 25 km. Berapakah gradien barometriknya?

3. Diketahui dua buah isobar masing-masing bertekanan 5.035 mb dan 2.002 mb. Kedua isobar itu berjarak 15 km. Berapakah gradien barometriknya?

4. Diketahui dua buah isobar masing-masing bertekanan 5.195 mb dan 2.242 mb. Kedua isobar itu berjarak 50 km. Berapakah gradien barometriknya?

Selamat mengerjakan dan tetap semangat

    

        

1 Feb 2021

Kelas XI IPS 3

Guru Mapel                                : Mulyani

Kelas                                          :XI IPS 3

jam pelajaran                             : ke 3

KD                                             : 3.6 Dinamika penduduk dan dampaknya bagi kehidupan

Materi                                        : Proyaksi penduduk, sex ratio dan kepadatan penduduk

tujuan pembelajarn untuk materi hari ini adalah 

1.siswa mampu memahami proyeksi penduduk

2 siswa mampu memahami rumus sex ratio 

3.siswa mampu memahami rumus kepadatan penduduk

Assalamu'alaikum anak-anak bagaimana kabar kalian hari ini, jangan lua selalu kerjakan solat wajib lima waktunya dan tambahkan juga dengan solat sunah lainnya, apakah kalian telah mengerjakan solat sunah duha hari ini, anak-anakku pentingnya kalian mengerjakan solat duha, karena didalam solat duha banyak kebaikan dan rezeki tuk kalin, apa yang kalian inginkan bisa kalian dapatkan dengan mengerjakan solat duha dan berdoa setelah melakukan solat duha.

Hari ini materi kita masih mengenai dinamika kependudukan denag sub pokok materi proyeksi penduduk yang mana dari rumus yang telah kalian tulis, disini ibu akan memberikan penjabaran dari rumus sex ratio dan kepadatan penduduk simaklah video pembelajaran,pembelajaran tersebut kemudian nanti ibu akan memberikan soal latihan dari video tersebut


dari hasil pengamatan video tadi kalian jawab pertanyaan dibawah ini

1. Luas suatu daerah 3.520 km persegi, daerah tersebut dighuni oleh penduduk sejumlah 530.000 jiwa. Berapakah kepadatan penduduk daerah tersebut ?

2. Luas suatu daerah 3.050 km persegi, daerah tersebut dighuni oleh penduduk sejumlah 250.000 jiwa. Berapakah kepadatan penduduk daerah tersebut ?

3. suatu daerah berpenduduk 14.000.000 jiwa. dari sejumlah tersebut terdiri atas laki-laki sejumlah 650.500 jiwa. dan sisanya penduduk wanita. Berapakah sex ratio daerah tersebut dan jelaskan maksudnya ?

4. 3. suatu daerah berpenduduk 27.500.500 jiwa. dari sejumlah tersebut terdiri atas laki-laki sejumlah 650.000 jiwa. dan sisanya penduduk wanita. Berapakah sex ratio daerah tersebut dan jelaskan maksudnya ?

5. Pada suatu daerah penduduknya terdiri atas usia 0 - 14 tahun berjumlah 12.500.000 jiwa, penduduk usia 15 - 64 tahun berjumlah 23.000.500 jiwa, dan penduduk diatas 64 tahun berjumlah 2.750.000 jiwa.Hitunglah berapa besarnya angka ketergantungan di daerah tersebut ?

selamat mengerjakan, apabila ada yang kurang jelas bisa ditanyakan ke ibu ya nak, dan hasil kerjanya bisa dikumpulkan melalui via telegram / atau WA pribadi jangan melalui telegram kelas atau WA kelas.