10 Jan 2020

XI IPS 1, 2


PPt = (L-M)+(I-E)
Keterangan:
PPt         : Pertumbuhan penduduk tahun akhir perhitungan
L             : Jumlah kelahiran dalam periode tahun tertentu
M           : jumlah kematian dalam periode tahun tertentu
I              : Jumlah imigrasi dalam periode tahun tertentu
E             : Jumlah emigrasi dalam periode tahun tertentu
Sementara pertumbuhan penduduk total, diperoleh dengan membagi PPt dengan jumlah penduduk total pada periode tertentu di kalikan 100.
Persentase Pertumbuhan penduduk Total = PPt / P0
Keterangan:
P0           : Jumlah penduduk awal tahun

Kelahiran

Kelahiran merupakan faktor dinamika kependudukan yang menambah jumlah penduduk, ada beberapa istilah yang sering digunakan antara lain, natalitas (kelahiran), fertilitas (kesuburan) istilah-istilah ini hampir memiliki kesamaan makna.
Faktor mendukung kelahiran dipengaruhi oleh faktor pendukung (pro-natalitas), antara lain:
1.     Pernikahan pada usia muda;
2.     Nilai anak, yang memandang anak membawa rezeki;
3.     Keinginan memperoleh anak laki-laki sebagai budaya paternal, anak laki-laki adalah pewaris keturunan;
4.     Belum sampainya program keluarga berencana.

Faktor yang menghambat kelahiran (anti-natalitas) adalah:
1.     Pelaksanaan program keluarga berencana;
2.     Nilai anak, yang menganggap anak sebagai beban ekonomi;
3.     Penundaan usia perkawinan;
4.     Kebijakan instansi yang membatasi insentif tunjangan untuk anak.
Angka kelahiran dapat diklasifikasi atas angka kelahiran kasar (crude birth rate/CBR), angka kelahiran umum (general fertility rete/GFR), dan angka kelahiran menurut kelompok umur (age specific birth rate/ASFR)

CBR= B / P x k
Keterangan:
CBR        : angka kelahiran kasar (crude birth rate/CBR);
B            : jumlah bayi lahir yang hidup pada periode tahun tertentu;
P             : jumlah penduduk pada pertengahan tahun;
k             : konstanta, biasanya 1000
 GFR        : B / Pf (15-49) x k
Keterangan:
GFR        : angka kelahiran umum (general fertility rete/GFR);
B             : jumlah bayi lahir yang hidup pada periode tahun tertentu;
Pf            : jumlah wanita berusia produktif pada pertengahan tahun;
k             : konstanta, bisanya 1000.
 ASBRx=Bx / Px x k
Keterangan:
ASBRx      : angka kelahiran menurut kelompok umur x tahun.
Bx               : jumlah kelahiran dari wanita kelompok umur x pada tahun tertentu;
Px          : jumlah wanita kelompok umur x pada pertengahan tahun yang sama;
x           : kelompok umur (x= 1, wanita kelompok umur 15 – 19 tahun, x=2, 20-27 tahun, …,x=7, 45-49 tahun)
k             : konstanta, bisanya 1000.
 Kematian
Angka kematian menunjukkan jumlah kematian per 1000 penduduk. Beberapa faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya angka kematian antara lain:
Faktor pendukung:
1.           Kurang sadar tentang kesehatan;
2.           kurangnya fasilitas kesehatan;
3.           kecelakaan lalu lintas;
4.           bencana alam;
5.           perang;
6.           budaya bunuh diri.

Faktor penghambat:
1.           Tingginya kesadaran kesehatan;
2.           fasilitas kesehatan dan jumlah dokter yang memadai;
3.           lingkungan yang bersih dan sehat;
4.           ajaran yang melarang bunuh diri.

Angka kematian terdiri atas angka kematian kasar (crude birth rate/CBR) dan angka kematian menurut kelompok umur (age specific death rate/ASDR)

CDR= D / P x k
Keterangan:
CDR       : angka kematian kasar;
D            : jumlah kematian dalam periode tahun tertentu;
P             : jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu;
k             : konstanta, bisanya 1000.
 ASDRx= D/ Px x k
ASDRx    : angka kematian menurut kelompok umur tertentu pada tahun tertentu
Dx          : jumlah penduduk yang meninggal pada kelompok umur x pada tahun tertentu;
Px           : jumlah penduduk pada kelompok umur x pada pertengahan tahun;
x             : kelompok umur;
k             : konstanta, bisanya 1000.
 IMR= D0 / B x k
IMR        : angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup dalam tahun tertentu;
D0          : jumlah kematian bayi di bawah 1 tahun pada tahun tertentu;
B             : jumlah kelahiran hidup dalam tahun yang sama;
k             : konstanta, bisanya 1000.
 Migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk yang bersifat menetap dari suatu tempat ke tempat lain melampaui batas administrasi suatu wilayah. Pada ranah negara migrasi terbagi dua, Imigrasi (penduduk dari luar masuk) dan Emigrasi (penduduk dari dalam pindah ke luar).
Angka Migrasi Masuk
mi = I / P x k
mi           : angka migrasi masuk per 1000 penduduk pada tahun tertentu;
I             : jumlah imigran masuk pada tahun tertentu;
P            : jumlah penduduk pada pertengahan tahun;
k            : konstanta, bisanya 1000.
Angka Migrasi Keluar
me = E / P x k
me          : angka migrasi masuk per 1000 penduduk pada tahun tertentu;
E             : jumlah penduduk keluar negara pada tahun tertentu;
P             : jumlah penduduk pada pertengahan tahun;
k             : konstanta, bisanya 1000.
 Angka Migrasi Neto
mn = ((I – E) / P) x k
mn          : angka migrasi masuk per 1000 penduduk pada tahun tertentu;
I              : jumlah imigran masuk pada tahun tertentu;
E             : jumlah penduduk keluar negara pada tahun tertentu;
P             : jumlah penduduk pada pertengahan tahun;
k             : konstanta, bisanya 1000.
Angka Migrasi Bruto
mg = ((I + E) / (P1 + P2)) x k
mg                    : angka migrasi bruto;
I              : jumlah imigran masuk pada tahun tertentu;
E             : jumlah penduduk keluar negara pada tahun tertentu;
P1           : jumlah penduduk di tempat tujuan;
P2           : jumlah penduduk di tempat asal;
k             : konstanta, bisanya 1000.

Proyeksi Pertumbuhan Penduduk

 

Jumlah penduduk dan tingkat pertumbuhan penduduk per tahun dapat digunakan untuk memproyeksikan jumlah penduduk di tahun akan datang. Proyeksi penduduk adalah perkiraan jumlah penduduk pada tahun tertentu dengan perhitungan matematis.
Beberapa rumus dapat digunakan untuk mengalkulasi jumlah penduduk antara lain:
Rumus geometri;
Pn = P(1 + r)n
Pn           : jumlah penduduk pada tahun n
P0           : jumlah penduduk pada tahun dasar perhitungan
n             : lama tahun (tahun proyeksi dikurang tahun awal perhitungan)
r              : tingkat pertumbuhan penduduk per tahun (%)            
Rumus aritmetika;
Pn = P(1 + rn)
Pn           : jumlah penduduk pada tahun n
P0           : jumlah penduduk pada tahun dasar perhitungan
n             : lama tahun (tahun proyeksi dikurang tahun awal perhitungan)
r              : tingkat pertumbuhan penduduk per tahun (%)
Rumus Eksponensial
Pn = Px ern

Pn  = Jumlah penduduk setelah n tahun ke depan.
Po  = Jumlah penduduk pada tahun awal.
R    = Angka pertumbuhan penduduk.
n    = Jangka waktu dalam tahun.     
e    = Bilangan eksponensial = 2,7182818.
Post test
Apa tujuan proyeksi kependudukan?


Soal latihan dinamika penduduk 
1.      1.  Data kependudukan di suatu wilayah menurut golongan umur adalah sebagai berikut :
Umur 0 – 14 tahun berjumlah 1.875.000 jiwa
Umur 15 – 64 tahun berjumlah 4.387.904 jiwa
Umur > 65 tahun 345.657 jiwa
Jadi besarnya angka ketergantungan adalah ……
2.      2.  Di suatu wilayah terdapat 2.675.453 jiwa penduduk laki-laki dan 5.342.1008 jiwa penduduk perempuan, tentukan sex ratio diwilayah tersebut ….
3.       3. Dari hasil sensus tahun 1990 jumlah penduduk di kelurahan Sukarajin sebanyak 23.680 jiwa, yang terdiri dari penduduk usia 0 – 14 tahun sebanyak 1.420 jiwa, usia 15 – 64 tahun 15.260 jiwa dan penduduk > 65 tahun sisanya. Tentukan beban ketergantungan di kelurahan tersebut adalah ……
4.       4. Dari awal tahun 1995, jumlah penduduk disuatu provinsi, dimana terdapat natalitas atau fertilitas 240.750 jiwa, mortalitas 1.395 jiwa, penduduk yang masuk 165 jiwa dan penduduk yang keluar 94 jiwa. Jadi jumlah penduduk total pada akhir tahun adalah ……
5.       5. Kota X memiliki jumlah penduduk 491.954 jiwa, jumlah penduduk perempuan 300.670 jiwa, tentukan rasio jenis kelamin kota X …….
6.      6.  Dari awal tahun 2000, jumlah penduduk disuatu provinsi, dimana terdapat natalitas atau fertilitas 370.950 jiwa, mortalitas 1.795 jiwa, penduduk yang masuk 195 jiwa dan penduduk yang keluar 92 jiwa. Jadi jumlah penduduk total pada akhir tahun adalah ……

   

s


9 Jan 2020

XI ips 1


Pertemuan pertama
Dinamika penduduk adalah perubahan komposisi penduduk yang diakibatkan oleh beberapa faktor. Faktor alami, yakni kematian dan kelahiran, dan faktor non alami yaitu migrasi. Dinamika penduduk menjadi faktor penting dalam penentuan kebijakan pemerintah. Setiap negara pada hakikatnya berdiri untuk satu tujuan yang sama, yaitu memajukan kesejahteraan penduduk. Penduduk yang sejahtera tercermin dalam kehidupan sosial dan ekonominya yang berkualitas. Perubahan komposisi penduduk atau dinamika penduduk sangat berperan bagi keberhasilan pembangunan.
Sebagai pembuka untuk lebih memahami materi kita harus bersepakat dulu tentang apa itu penduduk. Berdasarkan pasal 6 Ayat (2) Undang-undang Dasar 1945, pengertian penduduk adalah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. Sementara itu, warga negara berdasarkan Pasal 26 Ayat (1) bahwa pengertian warga negara adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara, sedangkan UU No. 24 Tahun 2014, Penduduk adalah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. Warga negara Indonesia adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga Negara Indonesia.
Faktor Dinamika dan Proyeksi Kependudukan

Dinamika penduduk atau perubahan jumlah penduduk dipengaruhi oleh empat faktor yang dapat dipersempit menjadi dua faktor, faktor alami, yaitu kematian dan kelahiran, dan migrasi berupa migrasi datang, dan migrasi pergi.
a. Kelahiran (fertilitas) 

Pengukuran tingkat kelahiran ini sulit untuk dilakukan, karena banyak bayi-bayi yang yang meninggal beberap saat kelahiran tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati. 

Tinggi rendahnya tingkat kelahiran dalam suatu kelompok penduduk tergantung pada struktur umur, penggunaan alat kontrasepsi, pengangguran, tingkat pendidikan, status pekerjaan wanita serta pembangunan ekonomi.

Penunjang Kelahiran (Pro Natalitas) antara lain : 
1.   Kawin usia muda 
2.   Pandangan “banyak anak banyak rezeki” 
3.   Anak menjadi harapan bagi orang tua sebagai pencari nafkah
4.   Anak merupakan penentu status social
5.   Anak merupakan penerus keturunan terutama anak laki-laki
Penghambat Kelahiran (Anti Natalitas) antara lain 
1.      Pelaksanan Program Keluarga Berencana (KB)
2.      Penundaan usia perkawinan dengan alasan menyelesaikan pendidikan
3.      Semakin banyak wanita karir
Penggolongan angka kelahiran kasar (CBR) : 
  1. Angka kelahiran rendah apabila kurang dari 30 per 1000 penduduk 
  2. Angka kelahiran sedang, apabila antara 30 – 40 per 1000 penduduk 
  3. Angka kelahiran tinggi, apabila lebih dari 40 per 1000 penduduk 
Kematian (mortalitas) 
Ada beberapa tingkat kematian, yaitu tingkat kematian kasar(crude death rate) dan tingkat kematian khusus(age specific death rate). 

Tingkat kematian kasar (crude death rate) adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. 

Tingkat kematian khusus (age specific death rate) dipengaruhi oleh beberapa factor, antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan. 

Faktor yang menunjang dan menghambat kematian (mortalitas) di Indonesia, adalah sebagai berikut :
Penunjang Kematian (Pro Mortalitas) antara lain : 
1.   Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan 
2.   Fasilitas kesehatan yang belum memadai
3.   Keadaan gizi penduduk yang rendah 
4.   Terjadinya bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, banjir
5.   Peparangan, wabah penyakit, pembunuhan
Dalam konteks negara dapat dirumuskan:

8 Jan 2020

XII ips 1, 2, 3

pembahasan soal

Berdasarkan segi astronomis, Indonesia berada di antara ....
a.  6° LU - 11° LS dan 95° BT - 140° BT
b.  6° LU - 11° LS dan 95° BT - 141° BT
c.  6° LU - 11° LS dan 94° BT - 141° BT
d.  6° LU - 11° LS dan 94° BT - 142° BT
e.  6° LU - 11° LS dan 95° BT - 141° BT
2. Arti kata geos yang membentuk kata geografi adalah....
a. kehidupan        d.tulisan
b. bumi                e. ilmu
c. lukisan
3. Ditinjau dari segi geologis, kepulauan Indonesia terletak pada pertemuan....
a. arus laut dingin dan laut panas
b. deretan pegunungan muda di Indonesia
c. kebudayaan dunia yang terjalin satu sama lain
d. perdagangan dunia yang semakin maju
e. lalu lintas internasional yang ramai
4. Berikut ini adalah beberapa ilmu penunjang geografi secara spesifik, kecuali…
a. antropogeografi                d.biologi
b.antropologi                        e. demografi
c. antologi
5. Dalam mengamati dan menganalisis setiap fenomena geografi, diperlukan
prinsip-prinsip tertentu, salah satunya prinsip distribusi. yang dluuiksud dengan
prinsip distribusi adalah....
a. hubungan yang saling berkaitan dalam ruang
b. Gejala, fakta maupun masalah geografi di suatu tempat
c. Gejala yang tersebar tidak merata di permukaan bumi
d. Penjelasan yang lebih mendetail dari gejala yang dipelajari
e. Penyebaran alat-alat SIG (Sistem Informasi Geografi)
6. Cabang ilmu penunjuang geografi yang mengamati penyebaran tumbuhtumbuhan
dan binatang secara geografis di muka bumi adalah ….
a. Biogeografi                d.Sosiologi
b Geologi                       e. Antropologi
c. Hidrologi
7. Dibawah ini adalah obyek studi geografi yang termasuk ke dalam komponen
ilmiah, kecuali …..
a. Atmosfer                   d.Biosfer
b. Lithosfer                   e. Antrosfer
c. Hidrosfer
9. Letak Indonesia secara astronomis mengakibatkan mudah terjadinya….
a. proses sedimentasi            d.gejala tektonik
b. pembentukan karts            e. pelapukan kimia
c. erosi
10. Secara geografis kedudukan Indonesia sangat strategis kerena terletak…..
a. di daerah khatulistiwa
b. di antara garis balik utara dan garis balik selatan
c. di daerah tropika
d. di antara dua benua dan dua samudra
e. di antara negara-negara industri dan negara yang sedang berkembang
11. Kata geografi. terbentuk dari kata geos dan graft, arti dari kuln adalah....
a. lukisan atau tulisan                       d. bumi
b. pemandangan alam                       e. alam
c. kehidupan
12. Berikut ini adalah beberapa gejala geografi yang kita temukan dalam kehidupan
sehari-hari, kecuali....
a. gejala hidrosfer                            d. gejala lithosfer
b. gejala biosfer                               e. gejala atmosfer
c. gejala troposfer
13. Salah satu gejala antroposfer adalah ...
a. Cuaca dan iklim                          d. Kelebihan penduduk
b. Gua-gua alam                              e. Angina laut
c. Intensitas hujan
14. Yang dimaksud dengan gelaja goegrafis adalah …
a. Situasi alan di suatu daerah
b. Gejala-gejala yang timbul karena adanya bencana alam
c. Peristiwa yang berpengaruh terhadap bumi
d. Gejala-gejala yang menandakan akan datangnya bencana
e. Peristiwa penting dalam kehidupan manusia.
15. Di bawah ini adalah akibat letak geografis Indonesia. Semua jawaban di bawah
      ini betul, kecuali ….
a. Indonesia beriklim kuat
b. Indonesia bermusim hujan dan kemarau
c. Indonesia bagian timur curah hujannya lebih rendah
d. Indonesia memiliki musim pancaroba
e. Indonesia mempunyai curah hujan yang sama di setiap tempat
16. Indonesia terletak diantara dua benua, asia dan Australia dan diantara dua
      samudera, fasifik dan hindia. Letak yang demikian itu disebut ….
a. Cuaca dan iklim                             d. Kelebihan penduduk
b. Gua-gua alam                                 e. Angina laut
c. Intensitas hujan
17. Berikut ini adalah beberapa prinsip yang harus dipegang dalam menganalisis
      fenomena geografi, kecuali ….
a. Prinsip distribusi                           d. Prinsip korologi
b. Prinsip interelasi                           e. Prinsip topologi
c. Prinsip deskripsi
18. Prinsip geografi yang menyatakan bahwa suatu fenomena yang tersebar di muka
      bumi ini tidak merata, yang meliputi manusia, tumbuhan, hewan dan bentangan
      alam adalah prinsip ….
a. Prinsip distribusi                           d. Prinsip korologi
b. Prinsip interelasi                           e. Prinsip berimbang
c. Prinsip deskripsi
19. Ruang lingkup kajian geografimeliputi ….
a. Segala gejala dan proses yang terdapat di permukaan bumi
b. Segala gejala dan proses alam organik yang ada kaitannya dengan
    kehidupan manusia
c. Segala gejala dan proses alam an organik yang ada kaitannya dengan
    kehidupan manusia
d.Jawaban a, b, dan c benar
e. Jawaban a, b, dan c salah
20. Berikut ini adalah konsep dasar geografi, kecuali …
a. Konsep jarak                                    d. Konsep pola
b. Konsep aglomerasi                          e. Konsep ideology
c. Konsep Morfologi
21. Definsi geografi secara bahasa adalah …
a. Ilmu yang mempelajari perubahan cuaca
b. Ilmu yang mengamati pegunungan
c. Gambaran kependudukan
d. Tulisan mengenai pelestarian alam
e. Lukisan tentang bumi
22. Pendekatan geografi yang mengkaji adanya perbedaan tempat melalui
      penggambaran letak, distribusi, relasi, dan interelasinya adalah pendekatan ….
a. lingkungan                                       d. topologi
b. keruangan                                        e. distribusi
c. alam
23. Ilmu politik diperlukan dalam studi geografi untuk....
a. Kepentingan studi terhadap cara-cara manusia mengatur ketenteraman dan
    keamanan dalam hubungan dengan wilayahnya
b. Kepentingan studi terhadap bentuk-bentuk mata pencaharian penduduk di
    suatu wilayah
c. Menganalisis gejala kemasyarakatan yang merupakan gejala relasi
    sosial masyarakat
d. Kepentingan analisis geografi di suatu wilayah yang berkenaan dengan latar
    belakang kebudayaan penduduk
e. kepentingan analisis terhadap gejala dan masalah geografi yang menyangkut
    masalah sejarah perkembangan keadaan alam beserta aktivitas manusia
22. Ilmu tentang bentuk-bentuk permukaan bumi dart segala proses yang
     menghasilkan bentuk-bentuk tersebut disebut....
a. geologi                                            d. hidrografi
b. geomorfologi                                  e. ekologi
c. klimatologi
25. Objek studi geografi yang termasuk ke dalam komponen teknik, antara lain,
      adalah …
a. udara                                              d. pengetahuan peta
b. kulit bumi                                      e. mata pencaharian penduduk
c. pola pemukiman
26. Objek studi geografi yang termasuk ke dalam komponen insaniali, antara lain, adalah ....
a. sistem informasi geografi              d. persebaran penduduk
b. air                                                   e. pengetahuan peta
c. tumbuhan serta hewan
27. Angin laut berhembus dari laut ke darat sebagai akibat dari tingginya suhu di
      daratan merupakan contoh gejala ....
a. atmosfer biosfer
b. litosfer antroposfer
c. hidrosfer
28. Contoh gejala antroposfer....
a. tingginya angka kematian disebabkan oleh kemakmuran penduduk yang
    semakin meningkat
b. majunya pendidikan suatu penduduk mengakibatkan semakin tingginya
    kasus kriminalitas
c. Kelebihan penduduk mendorong migrasi ke luar
d. daerah aliran sungai di daerah huiu akan lebih banyak penduduknya
    daripada di daerah bagian hilirnya.
e. besarnya angka kematian mengakibatkan tingginya angka ketergantungan
    usia muda
29. Contoh gejala biosfer....
a. daerah padang rumput lebih banyak dihuni oleh hewan pemakan daging
b. tumbuhan epifit tumbuh dengan menempel di pohon-pohon yang tinggi
c. hewan berbulu tebal pada umumnya terdapat di daerah padang pasir
d. hewan karnivora di suatu tempat akan lebih banyak daripada hewan
    herbivora
e. jawaban A, B, C, dan D, benar.
30'. Jika suatu danau sumber airnya berasal dari gleitsyer, maka danau tersebut
      jarang mengalami kekeringan, merupakan contoh gejala ....
a. atmosfer                                       d. biosfer
b. litosfer                                         e. antroposfer
c. hidrosfer

7 Jan 2020

XI ips 2


Pertemuan pertama
Dinamika penduduk adalah perubahan komposisi penduduk yang diakibatkan oleh beberapa faktor. Faktor alami, yakni kematian dan kelahiran, dan faktor non alami yaitu migrasi. Dinamika penduduk menjadi faktor penting dalam penentuan kebijakan pemerintah. Setiap negara pada hakikatnya berdiri untuk satu tujuan yang sama, yaitu memajukan kesejahteraan penduduk. Penduduk yang sejahtera tercermin dalam kehidupan sosial dan ekonominya yang berkualitas. Perubahan komposisi penduduk atau dinamika penduduk sangat berperan bagi keberhasilan pembangunan.
Sebagai pembuka untuk lebih memahami materi kita harus bersepakat dulu tentang apa itu penduduk. Berdasarkan pasal 6 Ayat (2) Undang-undang Dasar 1945, pengertian penduduk adalah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. Sementara itu, warga negara berdasarkan Pasal 26 Ayat (1) bahwa pengertian warga negara adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara, sedangkan UU No. 24 Tahun 2014, Penduduk adalah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. Warga negara Indonesia adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga Negara Indonesia.
Faktor Dinamika dan Proyeksi Kependudukan

Dinamika penduduk atau perubahan jumlah penduduk dipengaruhi oleh empat faktor yang dapat dipersempit menjadi dua faktor, faktor alami, yaitu kematian dan kelahiran, dan migrasi berupa migrasi datang, dan migrasi pergi.
a. Kelahiran (fertilitas) 

Pengukuran tingkat kelahiran ini sulit untuk dilakukan, karena banyak bayi-bayi yang yang meninggal beberap saat kelahiran tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati. 

Tinggi rendahnya tingkat kelahiran dalam suatu kelompok penduduk tergantung pada struktur umur, penggunaan alat kontrasepsi, pengangguran, tingkat pendidikan, status pekerjaan wanita serta pembangunan ekonomi.

Penunjang Kelahiran (Pro Natalitas) antara lain : 
1.   Kawin usia muda 
2.   Pandangan “banyak anak banyak rezeki” 
3.   Anak menjadi harapan bagi orang tua sebagai pencari nafkah
4.   Anak merupakan penentu status social
5.   Anak merupakan penerus keturunan terutama anak laki-laki
Penghambat Kelahiran (Anti Natalitas) antara lain 
1.      Pelaksanan Program Keluarga Berencana (KB)
2.      Penundaan usia perkawinan dengan alasan menyelesaikan pendidikan
3.      Semakin banyak wanita karir
Penggolongan angka kelahiran kasar (CBR) : 
  1. Angka kelahiran rendah apabila kurang dari 30 per 1000 penduduk 
  2. Angka kelahiran sedang, apabila antara 30 – 40 per 1000 penduduk 
  3. Angka kelahiran tinggi, apabila lebih dari 40 per 1000 penduduk 
Kematian (mortalitas) 
Ada beberapa tingkat kematian, yaitu tingkat kematian kasar(crude death rate) dan tingkat kematian khusus(age specific death rate). 

Tingkat kematian kasar (crude death rate) adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. 

Tingkat kematian khusus (age specific death rate) dipengaruhi oleh beberapa factor, antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan. 

Faktor yang menunjang dan menghambat kematian (mortalitas) di Indonesia, adalah sebagai berikut :
Penunjang Kematian (Pro Mortalitas) antara lain : 
1.   Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan 
2.   Fasilitas kesehatan yang belum memadai
3.   Keadaan gizi penduduk yang rendah 
4.   Terjadinya bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, banjir
5.   Peparangan, wabah penyakit, pembunuhan