15 Sep 2020

X IPS 3

kelas X IPS 1,2,3
Assalamu,alaikum anak-anak jangan lupa kerjakan solat lima waktunya agar kalian semua menjadi manusia yang lebih baik lagi, anak-anakku materi kita hari ini mengenai pengindraan jauh kalian pahami materinya buat ringkasan materinya dan kerjakan post testnya, ibu tunggu hasilnya melalui via WA, selamat mengerjakan
Pertemuan ke tiga
Pengindraan jauh
Pengindraan jauh (kadang dieja penginderaan jauh atau disingkat inderaja) adalah pengukuran atau akuisisi data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat yang tidak secara fisik melakukan kontak dengan objek tersebut atau pengukuran atau akuisisi data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat dari jarak jauh,





Sumber Tenaga

Sumber tenaga dalam proses indraja terdiri atas:

·         Sistem pasif adalah sistem yang menggunakan sinar matahari
·         Sistem aktif adalah sistem yang menggunakan tenaga buatan seperti gelombang mikro

Jumlah tenaga yang diterima oleh objek di setiap tempat berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
1. Waktu penyinaran 
Jumlah energi yang diterima oleh objek pada saat matahari tegak lurus (siang hari) lebih besar daripada saat posisi miring (sore hari). Makin banyak energi yang diterima objek, makin cerah warna objek tersebut
2.  Bentuk permukaan bumi
Permukaan bumi yang bertopografi halus dan memiliki warna cerah pada permukaannya lebih banyak memantulkan sinar matahari dibandingkan permukaan yang bertopografi kasar dan berwarna gelap. Sehingga daerah bertopografi halus dan cerah terlihat lebih terang dan jelas
3.  Keadaan cuaca
Kondisi cuaca pada saat pemotretan mempengaruhi kemampuan sumber tenaga dalam memancarkan dan memantulkan. Misalnya kondisi udara yang berkabut menyebabkan hasil indraja menjadi tidak begitu jelas atau bahkan tidak terlihat.

Atmosfer

Lapisan udara yang terdiri atas berbagai jenis gas, seperti O2, CO2, nitrogen, hidrogen dan helium. Molekul-molekul gas yang terdapat di dalam atmosfer tersebut dapat menyerap, memantulkan dan melewatkan radiasi elektromagnetik.

Interaksi antara tenaga dan objek

Interaksi antara tenaga dan objek dapat dilihat dari rona yang dihasilkan oleh foto udara. Tiap-tiap objek memiliki karakterisitik yang berbeda dalam memantulkan atau memancarkan tenaga ke sensor.
·         Objek yang mempunyai daya pantul tinggi akan terilhat cerah pada citra, sedangkan objek yang daya pantulnya rendah akan terlihat gelap pada citra. Contoh: Permukaan puncak gunung yang tertutup oleh salju mempunyai daya pantul tinggi yang terlihat lebih cerah, daripada permukaan puncak gunung yang tertutup oleh lahar dingin.

Sensor dan Wahana

·         Sensor
Merupakan alat pemantau yang dipasang pada wahana, baik pesawat maupun satelit. Sensor dapat dibedakan menjadi dua:
1.  Sensor fotografik, merekam objek melalui proses kimiawi. Sensor ini menghasilkan foto. Sensor yang dipasang pada pesawat menghasilkan citra foto (foto udara), sensor yang dipasang pada satelit menghasilkan citra satelit (foto satelit)
2.  Sensor elektronik, bekerja secara elektrik dalam bentuk sinyal. Sinyal elektrik ini direkam dalam pada pita magnetik yang kemudian dapat diproses menjadi data visual atau data digital dengan menggunakan komputer. Kemudian lebih dikenal dengan sebutan citra.
·         Wahana
Adalah kendaraan/media yang digunakan untuk membawa sensor guna mendapatkan indraja. Berdasarkan ketinggian persedaran dan tempat pemantauannya di angkasa, wahana dapat dibedakan menjadi tiga kelompok:
1.  Pesawat terbang rendah sampai menengah yang ketinggian peredarannya antara 1.000 – 9.000 meter di atas permukaan bumi contohnya adalah drone.
2.  Pesawat terbang tinggi, yaitu pesawat yang ketinggian peredarannya lebih dari 18.000 meter di atas permukaan bumi.
3.  Satelit, wahana yang peredarannya antara 400 km – 900 km di luar atmosfer bumi.

Perolehan Data

Data yang diperoleh dari indraja ada 2 jenis:
·         Data manual, didapatkan melalui kegiatan interpretasi citra. Guna melakukan interpretasi citra secara manual diperlukan alat bantu bernama stereoskop. Stereoskop dapat digunakan untuk melihat objek dalam bentuk tiga dimensi.
·         Data numerik (digital), diperoleh melalui penggunaan software khusus pengindraan jauh yang diterapkan pada komputer.

Pengguna Data

Pengguna data merupakan komponen akhir yang penting dalam sistem indraja, yaitu orang atau lembaga yang memanfaatkan hasil indraja. Jika tidak ada pengguna, maka data indraja tidak ada manfaatnya. Salah satu lembaga yang menggunakan data indraja misalnya adalah:
·         Bidang militer
·         Bidang kependudukan
·         Bidang pemetaan
·         Bidang meteorologi dan klimatologi



Interpretasi citra,
Citra adalah gambaran suatu objek yang tampak pada cermin melalui lensa kamera atau hasil penginderaan yang telah dicetak.
gambar, atau foto adalah sebuah kegiatan menganalisis foto yang dihasilkan dari suatu alat dengan tujuan untuk mengidentifikasi suatu objek dan peran dari objek tersebut. Hal ini biasanya mengacu kepada penggunaan di dalam penginderaan jarak jauh. Prinsip utama dalam interpretasi citra yaitu lokasi, ukuran, bentuk, bayangan, warna, tekstur, pola, ketinggian, dan situasi. Semua elemen tersebut digunakan oleh pakar interpretasi citra yang dapat memperkirakan dengan cepat dan akurat

Jenis-jenis citra

1.  Citra foto, dapat dibedakan berdasarkan spektrum elektromagnet yang digunakan, sumbu kamera, jumlah kamera, dan warna yang digunakan.
2.  Citra non-foto, adalah citra yang dibuat dengan menggunakan sensor elektronik.
Soal post test
1.   Gambarkan komponen-komponen pengindraan jauh dan beri keterangan
2.   Tuliskan jenis-jenis citra


14 Sep 2020

XII IPS 2

 XII IPS 2


Assalamu'alaikum anak-anakku yang soleh dan solehah, jangan lupa solat sunah dan wajibnya dikerjakan agar kalian bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Hari ini kita masuk pada bab baru mengenai materi interaksi desa kota, tulis ringkasan materi dibawah ini dan kerjakan latihan soalnya,


Pertemuan ke dua
Pola Persebaran dan Permukiman Desa dalam Kaitan dengan Bentang Alam.
POLA PERSEBARAN DESA
Faktor-faktor yang mempengaruhi pola persebaran desa:
Letak desa, Keadaan iklim, Kesuburan tanah, Tata air, Keadaan ekonomi, Keadaan budaya
POLA PERSEBARAN DESA
1. Pola memanjang mengikuti jalan raya. Pola ini umumnya terdapat di pedalaman
2. Pola mengikuti rel kereta api
3. Mengikuti garis pantai
4. Pola masyarakat
    Penyebarannya:
    a. Terdapat di daerah pegunungan (dataran tinggi)
    b. Daerah yang berelief kasar
5. Pola Desa Tersebar
    Pola desa yang tidak teratur. Pola desa ini banyak dijumpai di daerah Karst (Kapur)
Bintarto berpendapat bahwa pola pemukiman penduduk desa ada enam macam yakni:
a.   Pola memanjang jalan merupakan pola permukiman yang biasa terjadi pada daerah datar yang terdapat sarana transportasi jalan raya yang menghubungkan satu tempat ke tempat lainnya. 
b.    Pola memanjang sungai merupakan pola permukiman yang biasa terjadi pada daerah pinggir sungai. Pada umumnya, permukiman ini terjadi karena peran sungai tersebut dipandang penting bagi kehidupan penduduk, misalnya sebagai sarana transportasi, ekonomi atau perternakan ikan.
c.    Pola memanjang pantai merupakan pola permukiman yang dilakukan oleh para nelayan di daerah pesisir pantai dimana penduduknya sangat bergantung dengan hasil dari menangkap ikan di laut.
d.    Pola memanjang pantai dan sejajar jalan kereta api merupakan pola permukiman yang biasanya dilakukan oleh penduduk yang punya profesi ganda yakni sebagian ada yang sebagai nelayan dan ada juga yang sebagai pedagang.
e.    Pola radial merupakan pola permukiman yang terjadi di lereng gunung merapi. Biasanya mereka tinggal di pinggir-pinggir sungai yang bermuara dari gunung berapi.
f.     Pola tersebar merupakan pola permukiman yang terjadi di daerah yang tingkat kesuburan tanahnya berbeda-beda.
Sedangkan N. Daljuni berpendapat bahwa pola pemukiman desa ada empat macam yakni:

a.   Pola desa linier merupakan pola permukiman yang sejejar mengikuti jalan maupun alur sungai. Pola seperti ini umumnya terjadi pada daerah dataran rendah.
b.   Pola desa yang memanjang mengikuti garis pantai terjadi umumnya pada kehidupan para nelayan.
c.   Pola desa terpusat terjadi pada daerah pegunungan. Ada sesuatu yang menarik di penduduk dengan pola ini dimana biasanya dalam satu kampung masih terikat dalam satu hubungan kekerabatan.
d.   Pola desa yang mengelilingi fasilitas tertentu terjadi pada daerah dataran rendah yang memiliki fasilatas umum misalnya mata air, balai desa dll
Paul H. Landis berpendapat bahwa pola pemukiman desa ada empat macam yakni:

a.   The Farum Village Type merupakan pola permukiman penduduk yang mengumpul  dimana disekelilingnya terdapat lahan pertanian.
b.   The Nebulous Farm Type merupakan pola pemukiman desa yang mengumpul dimana disekelilingnya terdapat lahan pertanian. Oleh karena jumlah penduduknya meningkat, maka sebagian ada yang tinggal di luar desa.
c.   The Arranged Isolated Farm Type merupakan pola pemukiman desa yang sangat dekat dengan jalan utama desa dan dekat dengan pusat perdagangan. Desa akan dikelilingi oleh lahan pertanian dengan jarak antar rumah pun tidak terlalu jauh
d.    The Pure Isolated Type merupakan pola pemukiman desa yang berpencar-pencar dengan disertai lahan pertaniannya masing-masing. Penduduk pada desa ini akan berkumpul pada sebuah pusat perdagangan.
Soal post test

     1. Sebutkan pola persebaran penduduk didaerah pedesaan

   2.  gambarkan masing-masing contoh pola pemukiman menurut Bintarto, N.  Daljuni dan Paul H. Landis

    buatlah ringkasan dari materi diatas kerjakan latihannya dan kumpulkan melalui via WA seperti biasa, terima kasih, selamat mengerjakan







11 Sep 2020

X IPS1, 2,3


kelas X IPS 1,2,3


Assalamu'alaikum anak-anak soleh dan solehah  semoga kalian selalu diberi kesehatan, jangan lupa solat wajibnya dikerjakan, hari ini kita lanjutakan materi tentang peta dan pemetaan, untuk anak-anak yang belum mengumpulkan peta yang disertai komponen-komponen pendukung, ibu tunggu hari ini, dan yang sudah mengumpulkan atau menyelesaikan tugas sebelumnya kita lanjutkan materi. 
materi yang ibu berikan ini tolong catat kedalam buku kalian, dan kerjakan post testnya, kumpulkan melalui via WA seperti biasanya, ibu tunggu  selamat mengerjakan



Pertemuan ke dua

Fungsi dan Tujuan Pembuatan Peta
Fungsi:
§  Menunjukkan posisi atau lokasi relatif (letak suatu tempat dalam hubungannya dengan tempat lain di permukaan bumi).
§  Memperlihatkan ukuran (dari peta dapat diukur luas daerah dan jarak-jarak di atas permukaan bumi).
§  Memperlihatkan bentuk (benua, negara, provinsi, gunung, lembah, dll).
§  Mengumpulkan dan menyeleksi data-data dari suatu daerah dan menyajikan di atas peta, melalui media simbol.
Tujuan pembuatan peta
§  Untuk komunikasi informasi ruang
§  Untuk menyimpan informasi
§  Untuk membantu pekerjaan: konstruksi jalan, navigasi, perencanaan, media pembelajaran.
§  Untuk membantu dalam suatu desain, misal: desain tata ruang wilayah, jalan, dll.
§  Untuk analisis data spatial, misal: perhitungan volume, evaluasi lahan, dll.
Peta berdasarkan skala
§  Peta kadaster,  berskla 1 : 100 –  1 : 5.000
§  Peta skala besar,  berskala  1 : >5.000 –  1 :  250.000
§  Peta skala sedang, berskala 1 : >250.000 –  1 : 500.00
§  Peta skala kecil, beskala  1 : > 500.000 –  1 : 1.000.000
§  Peta geografi, berskla  1 : > 1.000.000

Peta berdasarkan isinya dibedakan 2:
1.   Peta Umum/Peta Ikhtisar yaitu peta yang menggambarkan segala sesuatu yang ada dalam suatu daerah/wilayah secara umum. Peta umum dikelompokkan menjadi 3 yaitu:a. Peta Topografi, yaitu peta berskala besar yang menggambarkan relief permukaan bumi.b. Peta Chorografi yaitu peta berskala sedang sampai kecil yang menggambarkan daerah luas.c. Peta dunia yaitu peta berskala kecil yang menggambarkan sebagian/seluruh permukaan bumi.
2.   Peta Khusus/Peta Tematik yaitu peta yang menggambarkan kenampakan tertentu saja. Misalnya: Peta Curah hujan, Peta Penggunaan Lahan, Peta Politik, Peta Pariwisata, Peta Geologi, Chart dan lain-lain.

ª  Berdasarkan Isinya
1) Peta umum
Peta chorografi
Peta topografi
2) Peta khusus (peta tematik)
Peta iklim,
Peta perhubungan
Peta persebaran penduduk
Peta persebaran hasil pertanian
Peta pariwisata
Peta geologi
Peta tanah
PENGGUNAAN PETA

 Ada tiga tahapan dalam menggunakan peta, yaitu: 1) tahap pembacaan; 2) tahap analisis; dan 3) tahap interpretasi.

1.        Membaca Peta
Membaca peta merupakan tahapan pertama dalam penggunaan peta, yakni mencoba mengidentifikasi symbol, membaca apa arti symbol. Untuk dapat melakukan pekerjaan ini, seseorang harus mengetahui tentang bahasa peta. Bahasa peta adalah informasi tepi peta yang meliputi: judul, nomor lembar peta, skala, orientasi, sumber pembuat peta, proyeksi peta, legenda, administrasi indek.
Dengan demikian begitu melihat symbol di dalam peta, pengguna akan menjadi jelas mengenai makna  ataupun bentuk unsure lingkungan apa yang tergambar dalam peta. Kesalahan yang sering terjadi adalah pengguna langsung berusaha menterjemahkan arti symbol-simbol tanpa mempelajari keterangan/legenda dan informasi tepi yang lain terlebih dahulu.
2.       Analisis Peta
Di dalam analisis peta, akan lebih baik apabila dilakukan oleh mereka yang mempunyai latar belakang pengetahuan ilmu-ilmu kebumian, antara lain pengetahuan geologi, geomorfologi, pertanian, kehutanan, kerekayasaan dan pakar lain yang berbasis keruangan. Meskipun analisis peta rupabumi dilakukan sesuai tujuan pembuatan peta, tetapi pendekatan utamanya adalah berdasarkan karakteristik geomorfologi.
3.       Interpretasi Peta
Interpretasi peta merupakan perbuatan mengkaji peta dengan maksud untuk mengidentifikasi obyek sesuai tujuan dan latar belakang pengetahuan si penafsir. Dengan kata lain, interpretasi adalah mengungkap sesuatu dibalik fakta. Jadi interpretasi itu ilmiah.
Soal post test
1.   Sebutkan tujuan pembuatan peta yang baik
2.   Peta berdasarkan skalanya dibedakan menjadi 5, sebutkan dan jelaskan
3.   Tuliskan 3 tahapan dalam penggunaan peta

10 Sep 2020

XI IPS 3

kelas XI IPS 1,2,3

Assalamu'alaikum anak-anak yang soleh dan solehah, tetaplah selalu bersyukur atas nikmat yang selalu diberikan Allah kepada kita semua dengan jalan selalu melaksanakan apa yang telah diwajibkan kepada kita, salah satunya solat 5 waktu, baiklah anak-anak materi geografi masih mengenai sumber daya alam, hari ini ibu mengininkan kalian tuk membuat peta persebaran bahan tambang yang ada di Indonesia.

kalian boleh menggambarnya dengan menggunakan buku gambar, mlimeter block, yang pernah kalian lakukan diwaktu kelas X dengan dilengkapi komponen-komponen petanya,

kalian dapat melihat peta persebaran bahan tambangnya melalui internet, apabila kalian telah menyelesaikan tugas tersebut kalian dapat mengumpulkan melalui via WA.

selamat mengerjakan untuk kalian dan ibu tunggu hasil pekerjaan kalin


9 Sep 2020

XII IPS 2,1

kelas XII ips 1,2

Assalamu'alaikum anak-anakku yang soleh dan solehah, jangan lupa solat sunah dan wajibnya dikerjakan agar kalian bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Hari ini kita masuk pada bab baru mengenai materi interaksi desa kota, tulis ringkasan materi dibawah ini dan kerjakan latihan soalnya,

Pengertian desa :
R. Bintarto (1983) desa adalah merupakan suatu hasil perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisografis, sosial, ekonomi, politk dan kultural yang terdapat pada suatu daerah serta memiliki hubungan dan pengaruh timbal balik dengan daeah lain.
Sedangkan pengertian desa dalam kehidupan sehari-hari atau secara umum sering di istilahkan dengan kampung,yaitu suatu daerah yang letaknya jauh dari keramaian kota,yang di huni sekelompok masyrakat di mana sebagian besar mata pencaharianya sebagai petani sedangkan secara atmininistrastif desa adalah yang terdiri dari satu atau lebih atau dusun di gabungkan hingga menjadi suatu daerah yang berdiri sendiri atao berhak mengatur rumah tangga sendiri (otonomi).

DEFINISI DESA
A.   Menurut UU No. 5 Tahun 1979
DESA adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk, sebagai kesatuan masyarakat hokum yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung di bawah Camat dan mempunyai hak otonomi dalam ikatan negara kesatuan RI.
B.   Menurut SUTARDJO KARTOHADIKUSUMO
DESA adalah suatu kesatuan hukum di mana bertempat tinggal suatu masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri.
C.   Menurut tinjauan geografi
DESA adalah suatu perwujudan geografis, yang ditimbulkan oleh unsure-unsur fisigrafis, sosial, ekonomi, politik dan budaya dan memiliki hubungan timbal-balik dengan daerah lain
SYARAT-SYARAT DESA
1.   Mempunyai wilayah,
2.   Adanya penduduk
3.   Mempunyai pemerintahan
4.   Berada langsung di bawah camat
5.   Mempunyai kebiasaan-kebiasaan pergaulan sendiri.
FUNGSI DESA
Fungsi Desa sebagai :
sumber bahan pangan, penghasilan bahan mentah, penghasil tenaga kerja, pusat-pusat industri kecil.
Menurut Direktorat Jendral Pembangunan Desa, suatu wilayah disebut desa apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Perbandingan lahan dengan manusia (man land ratio) cukup besar;
b. Lapangan kerja yang dominan adalah agraris;
c. Hubungan kekerabatan kuat;
d. Sifat-sifat masyarakatnya masih memegang teguh pada tradisi yang berlaku;
e. Gotong royong kuat;
f. Hubungan antar warga akrab;

KLASIFIKASI DESA
Berdasarkan tingkat pembangunan dan kemampuan mengembangkan potensi yang dimilikinya,desa dapat diklasifikasikan menjadi berikut ini :

a. Desa swadaya
Desa swadaya adalah suatu wilayah pedesaan yang hampir seluruh masyarakatnya mampu memenuhi kebutuhannya dengan cara mengadakan sendiri.
Ciri-ciri desa swadaya :
1) Daerahnya terisolir dengan daerah lainnya.
2) Penduduknya jarang.
3) Mata pencaharian homogen yang bersifat agraris.
4) Bersifat tertutup.
5) Masyarakat memegang teguh adat.
6) Teknologi masih rendah.
7) Sarana dan prasarana sangat kurang.
8) Hubungan antarmanusia sangat erat.
9) Pengawasan sosial dilakukan oleh keluarga.

b. Desa swakarya
Desa swakarya adalah desa yang sudah bisa memenuhi kebutuhannya sendiri,kelebihan produksi sudah mulai dijual kedaerah-daerah lainnya.
Ciri-ciri desa swakarya :
1) Adanya pengaruh dari luar sehingga mengakibatkan perubahan pola pikir.
2) Masyarakat sudah mulai terlepas dari adat.
3) Produktivitas mulai meningkat.
4) Sarana prasarana mulai meningkat.
5) Adanya pengaruh dari luar yang mengakibatkan perubahan cara berpikir.

c. Desa swasembada
Desa swasembada adalah desa yang lebih maju dan mampu mengembangkan semua potensi yang ada secara optimal,dengan ciri-ciri berikut :
1) Hubungan antarmanusia bersifat rasional.
2) Mata pencaharian homogen.
3) Teknologi dan pendidikan tinggi.
4) Produktifitas tinggi.
5) Terlepas dari adat.
6) Sarana dan prasarana lengkap dan modern.
CIRI-CIRI MASYARAKAT DESA
a. Kehidupan tergantung pada alam
b. Toleransi sosialnnya kuat
c. Adat-istiadat dan norma agama kuat
d. Kontrol sosialnya didasarkan pada hokum informal
e. Hubungan kekerabatan didasarkan pada Gemeinssehaft (paguyuban)
f. Pola pikirnya irrasional
g. Struktur perekonomian penduduk bersifat agraris
.
POTENSI DESA
potensi fisik : pertanian
potensi social : gotong royong, apatur desa, lembaga social
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SISTEM PERHUBUNGAN DESA
a. Topografi,
b. Letak desa
c. Fungsi desa
SOAL  POST TEST
1.   Tuliskan pengertian desa menurut UU No. 5 Tahun 1979 ?
2.   Jelaskan klasifikasi desa?