6 Mar 2020

XI ips 1


Mengenal Jenis dan Karakteristik Bencana di Indonesia
1. Pengertian Bencana Alam
Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana menyatakan bahwa bencana merupakan peristiwa atau serangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.
Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa oleh alam. Pada umumnya bencana alam terjadi karena adanya perubahan pada kondisi alam baik secara perlahan maupun secara ekstrem. Selain itu, bencana alam dapat terjadi karena ada faktor campur tangan manusia yang tidak bertanggungjawab, misalnya penebangan pohon berlebihan yang menyebabkan tanah longsor.

2. Klasifikasi Bencana Alam

Bencana alam dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis meliputi:

2.1 Bencana Alam Geologis

Bencana alam geologis merupakan bencana alam yang terjadi di permukaan bumi. Contoh bencana alam geologis yaitu gempa bumi, tanah longsor, tsunami, gunung meletus, dan lain sebagainya.

2.2 Bencana Alam Meteorologis / Klimatologis

Bencana alam meteorologis merupakan bencana alam yang terjadi karena perubahan iklim yang ekstrem. Contoh bencana alam meteorologis yaitu kekeringan, banjir, angin puting beliung, dan lain sebagainya.

2.3 Bencana Alam Ekstraterestrial

Bencana alam ekstraterestrial merupakan bencana alam yang terjadi karena benda dari luar angkasa. Bencana alam ini tergolong bencana alam yang paling jarang terjadi. Contoh bencana alam ekstraterestrial yaitu badai matahari.

3. Macam-Macam Bencana Alam

Berikut ini beberapa macam bencana alam yang sering terjadi di berbagai daerah:

3.1 Gempa Bumi

Gempa bumi merupakan bencana alam di mana timbulnya guncangan/ getaran pada permukaan bumi yang disebabkan oleh pelepasan energi dari dalam bumi secara tiba-tiba. Energi ini dapat berasal dari tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, aktivitas gunung berapi, runtuhan batuan, dan lain sebagainya. Besarnya kekuatan gempa bumi ini dapat diukur menggunakan alat Seismometer.
Jenis-jenis gempa bumi:
  1. Gempa bumi tektonik (pergeseran lempeng tektonik)
  2. Gempa bumi tumbukan (jatuhnya meteor atau asteroid)
  3. Gempa bumi reruntuhan (daerah kapur, pertambangan)
  4. Gempa bumi vulkanik (aktivitas magma sebelum gunung meletus)

3.2 Banjir

Banjir merupakan salah satu bencana alam di mana daratan tergenang oleh air secara berlebihan. Bencana alam hidrometeorologis ini umumnya terjadi karena intensitas hujan yang tinggi sehingga menyebabkan aliran air sungai meluap. Selain itu, faktor lain yang menyebabkan banjir adalah perilaku manusia yang tidak bertanggungjawab (penggundulan hutan, membuang sampah sembarangan, dan lain sebagainya).
Berbagai hal mengenai banjir dibahas mendalam pada artikel “Pengertian, Jenis, Dampak, dan Pengendalian Banjir“.

3.3 Tanah Longsor

Tanah longsor merupakan peristiwa gerakan massa tanah dan atau batuan yang menuruni lereng karena adanya gangguan kestabilan batuan dan tanah penyusun lereng tersebut. Bencana alam ini terjadi karena adanya faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut.
Post test

Apa yang dimaksud dengan mitigasi?


5 Mar 2020

X ips 1

Ciri-ciri Lapisan Atmosfer dan Pemanfaatannya
1. Unsur Gas di Dalam Udara
Lapisan Atmosfer terdiri atas zat lemas (nitrogen ± 78%) dan zat asam (oksigen ± 21%) yang memberi kehidupan dan zat-zat lain yang jumlahnya kecil seperti argon, CO2, Ne, dan lain-lainnya. Semua zat dan gas tersebut ditahan pada bumi oleh gaya tariknya. Karena gaya tarik bumi ini, semua benda yang ada di bumi dan di atmosfer mempunyai berat. Atmosfer tebalnya ± 1.000 km. Bagian bawah padat, makin ke atas makin renggang, turut berotasi dengan bumi dari barat ke timur. Ilmu yang mempelajari atmosfer khususnya cuaca disebut meteorologi. Dari meteorologi kita dapat mengetahui gejala alam/gejala geografi sehari-hari seperti terjadinya angin, awan, hujan, halilintar, sinar kutub, pelangi, dan sebagainya.
2. Lapisan-lapisan Atmosfer

Atmosfer terdiri atas beberapa lapisan sebagai berikut.

a. Lapisan Troposfer

Merupakan lapisan terbawah, tebalnya ± 12 km. Di daerah kutub tebalnya ± 9 km dan di daerah ekuator ± 16 km. Sifat udara lapisan ini temperatur udara makin ke atas makin menurun. Lapisan troposfer terbagi atas 3 bagian:
§  Lapisan planeter setebal ± 1.000 km di atas permukaan laut.
§  Lapisan konveksi 1 - 8 km.
§  Lapisan tropopause.
Mengandung 90% dari seluruh udara.

Di lapisan ini terdapat gejala geografi sehari-hari seperti awan, hujan, angin, halilintar, dan pelangi. Lapisan udara yang paling banyak diselidiki adalah lapisan troposfer. Di lapisan ini terdapat gas-gas campuran sebagai berikut.
§  1) Gas-gas yang tetap
Nitrogen (N2) ± 78%, oksigen (O2) ± 21%, argon (Ar) ± 0,9%, dan karbondioksida (CO2) ± 0,003%.
§  2) Gas-gas yang jumlahnya sedikit
Neon (Ne) ± 0,0015%, helium (He) ± 0,00015%, methan (CH) ± 0,0002%, krypton (Kr) ± 0,0001%, hidrogen (H2) ± 0,00005%, dan xenon (Xe) ± 0,000005%.
§  3) Gas-gas yang tidak tetap
a) Uap air (H2O) jumlahnya dipengaruhi oleh suhu dan tekanan gerak udara (angin).
b) Gas ozon (O3) terjadi apabila ada petir. Karena pengaruh adanya loncatan listrik maka O2 menjadi O3. Juga akibat sisa pembakaran mobil-mobil dan asap industri.
c) Bakteri-bakteri dan debu udara.

b. Lapisan Stratosfer

Lapisan udara di atas troposfer disebut stratosfer. Pada lapisan ini tidak terdapat gejala geografi sehari-hari.
Stratosfer terbagi menjadi 3 bagian sebagai berikut.
§  Lapisan isotherm 12 - 35 km.
§  Lapisan panas 35 - 50 km, temperatur naik sampai 50oC.
§  Lapisan campuran 50 - 100 km, temperatur turun sampai - 70oC.
Pada lapisan stratosfer suhu udara makin bertambah tinggi jika kita terus naik. Faktor yang menyebabkan tingginya suhu udara, yaitu sebagai berikut.
§  Di bagian atas stratosfer terdapat ozon.
§  Molekul ozon terjadi dari tiga atom oksigen yang mempunyai daya serap yang amat kuat terhadap radiasi sinar ultraviolet dari matahari, berfungsi sebagai perisai yang melindungi makhluk hidup di muka bumi.
§  Ozon merupakan sumber panas yang dapat memanasi udara di sekitarnya.

c. Lapisan Ozonosfer

Lapisan ozonosfer terdapat pada seluruh lapisan atmosfer bagian bawah, tetapi terkonsentrasi pada lapisan stratosfer, yaitu pada ketinggian 15 - 35 km. Lapisan ozonosfer penyerap utama radiasi ultraviolet. Radiasi ultraviolet jika sampai ke permukaan bumi dapat mengakibatkan luka bakar, kanker kulit, dan kebutaan, sedangkan kepada tumbuh-tumbuhan dan hewan dapat menimbulkan gangguan generatif serta menurunnya produktivitas.

Lapisn ozon akan rusak bila kemasukan gas CFC (Cloro Flouro Carbon), yaitu gas yang biasa digunakan pendingin AC, kulkas, dan hair spray. Masuknya gas CFC pada lapisan ozon akan menguraikan O3 menjadi O2 dan O1. Dampaknya kandungan O3 pada lapisan ozon sangat sedikit sehingga lapisannya seolah-olah berlubang yang dinamakan lubang ozon. Rusaknya lapisan ozon menyebabkan suhu udara di bumi bertambah panas dan menyebabkan gangguan iklim.

pertemuan kedua

d. Lapisan Mesosfer

Setelah melintasi lapisan stratosfer suhu menurun lagi setiap kita naik. Lapisan di atas stratosfer ini disebut lapisan mesosfer. Tebalnya meliputi antara ketinggian 45 km - 75 km. Suhu pada bagian ataslapisan mesosfer kira-kira -140oC.

e. Lapisan Termosfer

Setelah lapisan mesosfer suhu bertambah tinggi jika kita terus naik. Lapisan ini disebut lapisan termosfer. Bagian atas dari lapisan termosfer merupakan sumber panas. Pada bagian ini oksigen-oksigen menyerap radiasi ultraviolet dari matahari. Batas akhir termosfer tingginya tidak jelas.

f. Lapisan Eksosfer

Lapisan atmosfer di mana molekul-molekul udara bebas dapat meninggalkan bumi disebut lapisan eksosfer.

g. Lapisan Ionosfer

Lapisan ini adalah lapisan udara yang terionisasi. Lapisan ini disebut ionosfer sebab mengandung ion-ion elektron bebas yang dihasilkan oleh radiasi matahari. Proses ionisasi sudah mulai pada ketinggian ± 50 km pada lapisan mesosfer. Inti ionisasi terjadi pada ketinggian 100 km, yaitu pada lapisan termosfer. Lapisan ionosfer biasanya dibagi atas tiga lapisan, yaitu lapisan D (60 - 120 km) memantulkan gelombang panjang, lapisan E (120 - 180 km) memantulkan gelombang menengah, dan lapisan F (180 - 600 km) memantulkan gelombang pendek.
Lapisan ionosfer mempunyai peranan yang sangat penting, yaitu sebagai berikut.

1) Memantulkan gelombang radio yang dipancarkan. Gelombang-gelombang radio yang dipancarkan oleh pemancar radio dalam tiga jenis:
§  gelombang panjang, panjang gelombangnya antara 30.000 m dan 1.000 m;
§  gelombang menengah, antara 1.000 m dan 200 m; dan
§  gelombang pendek, antara 200 m dan 10 m. Gelombang ini terbagi-bagi menjadi gelombang pendek antara 200 m dan 50 m serta antara 50 m dan 10 m.
2) Menahan sebagian radiasi matahari sehingga tidak semua sampai ke bumi. Radiasi matahari dapat mematikan kehidupan di muka bumi.
Batas-batas lapisan atmosfer Setiap lapisan atmosfer dari permukaan bumi mempunyai batasan-batasan tertentu.
§  Batas antara troposfer dan stratosfer disebut tropopause. Tebal/tingginya tidak sama, rata-rata 12 km. Di atas khatulistiwa 18 km, sedangkan di kutub 6 km dari permukaan laut. Tropopause mempunyai suhu minimum.
§  Batas antara stratosfer dan mesosfer disebut stratopause. Tebal/tingginya rata-rata 24 km dari permukaan laut, stratopause mempunyai suhu maksimum. Suhu pada stratopause dapat melebihi suhu pada permukaan bumi, sebab stratopause berimpit dengan bagian atas lapisan ozon.
§  Batas antara mesosfer dan termosfer disebut mesopause. Suhu udara mesopause merupakan suhu yang terendah di dalam atmosfer, yaitu -140oC.


POst test

1. Tuliskan lapisan-lapisan yang terdapat di atmosfer
2. jelaskan manfaat yang terdapat pada lapisan-lapisan tersebut

4 Mar 2020

X ips 3


Unsur-unsur cuaca dan iklim

Cuaca dan iklim di bumi ini senantiasa berubah-ubah. Walau begitu, sifat dan polanya pada kawasan tertentu memiliki kecenderungan yang sama. Cuaca dan iklim dapat terbentuk karena unsur-unsur sinar matahari, suhu/temperatur, kelembapan udara, tekanan udara, curah hujan, angin, dan awan.

1. Sinar Matahari

Bumi beredar mengelilingi matahari pada lintasan elips yang disebut garis edar. Matahari yang berpijar memancarkan sinarnya ke segala arah, dan bumi yang mengelilinginya pun menerima sinar matahari tersebut.
Proses penyinaran matahari pada bumi disebut insolasi. Sebagai akibat penyinaran matahari, terjadi pemanasan di permukaan bumi. Proses pemanasan tersebut dinamakan radiasi. Radiasi dari sinar matahari menjadi sumber pemanas utama bagi bumi.

2. Suhu atau Temperatur

Adanya perbedaan tingkat pemanasan matahari di permukaan bumi, menyebabkan suatu kawasan akan memiliki perbedaan suhu dengan kawasan lainnya. Sebagian panas yang sampai ke permukaan bumi diserap dan sebagian lagi dipantulkan.
Pantulan sinar matahari tersebut akan sangat memengaruhi suhu di kawasan tersebut. Kawasan permukaan bumi yang berada pada posisi 0–230LU dan LS akan mengalami pemanasan yang lebih banyak dibanding kawasan lainnya, sehingga suhunya tinggi.
Ini disebabkan penyinaran terjadi secara tegak lurus. Adapun kawasan yang berada pada posisi 23–400 LU dan LS bersuhu sedang karena sudut penyinaran lebih rendah dibandingkan pada kawasan dengan posisi 0–230 LU dan LS.
Sementara, daerah dengan kawasan lintang dekat kutub akan bersuhu rendah karena penyinaran lebih miring lagi.

3. Kelembapan Udara

Pemanasan yang terjadi pada permukaan bumi menyebabkan air-air yang ada pada permukaan bumi, baik di daratan maupun lautan, menguap dan termuat dalam udara. Kandungan uap yang ada dalam udara ini dinamakan kelembapan udara.
Kelembapan udara dapat berubah-ubah, tergantung pada pemanasan yang terjadi. Makin tinggi suhu di suatu kawasan, maka makin tinggi pula tingkat kelembapan udara di kawasan tersebut, karena udara yang mengalami pemanasan, merenggang dan terisi oleh uap air.

4. Tekanan Udara

Tekanan udara adalah suatu gaya yang timbul oleh adanya berat dari lapisan udara. Udara merupakan kumpulan gas yang masing-masing memiliki massa dan menempati ruang. Karena massa yang dimilikinya, udara pun memiliki tekanan.
Suhu di suatu kawasan sangat berpengaruh terhadap tekanan udara di kawasan tersebut. Bila suhu makin tinggi, maka tekanan udara akan makin rendah. Ini disebabkan udara yang hangat bersifat renggang.
Sebaliknya, bila suhu makin rendah, maka tekanan udara akan makin tinggi karena udara yang dingin lebih padat daripada udara yang panas. Berdasarkan hal tersebut, suhu sangat menentukan perbedaan tekanan udara di setiap kawasan di muka bumi ini.

5. Angin

Seperti telah kita ketahui, tekanan udara di setiap kawasan di bumi ini tidak sama. Karena adanya perbedaan tekanan udara di dua kawasan yang berbeda, maka udara yang berada di salah satu kawasan tersebut akan bergerak di kawasan lain.
Udara akan bergerak dari daerah dengan tekanan udara tinggi ke daerah dengan tekanan yang lebih rendah untuk mengisi ruang. Maka udara bergerak dari daerah yang dingin ke daerah yang lebih panas. Udara yang bergerak ini disebut angin.

6. Curah Hujan

Hujan ialah suatu proses jatuhnya air (H2O) dari udara ke permukaan bumi. Air yang jatuh dapat berbentuk cair maupun padat (es dan salju). Hujan terjadi karena menguapnya air sebagai akibat dari pemanasan sinar matahari.
Uap-uap air tersebut kemudian naik ke atmosfer dan mengalami kondensasi sehingga membentuk awan. Lama-kelamaan, awan akan makin berat, karena kandungan airnya makin banyak. Bila uap air di awan telah mencapai jumlah tertentu, maka titik-titik air pada awan tersebut akan jatuh sebagai hujan.
 7. Awan
Awan adalah kumpulan besar dari titik-titik air atau kristalkristal es yang halus di atmosfer. Pada waktu musim kemarau sedikit sekali kita jumpai awan di udara karena penguapan yang terjadi sedikit, akan tetapi di musim hujan kita dapat menjumpai banyak sekali awan dengan berbagai bentuk dan variasinya, hal ini karena kandungan uap air di udara cukup banyak.

X ips 2, 3


Identifikasi Ciri-ciri Lapisan Atmosfer dan Pemanfaatannya
1. Unsur Gas di Dalam Udara
Lapisan Atmosfer terdiri atas zat lemas (nitrogen ± 78%) dan zat asam (oksigen ± 21%) yang memberi kehidupan dan zat-zat lain yang jumlahnya kecil seperti argon, CO2, Ne, dan lain-lainnya. Semua zat dan gas tersebut ditahan pada bumi oleh gaya tariknya. Karena gaya tarik bumi ini, semua benda yang ada di bumi dan di atmosfer mempunyai berat. Atmosfer tebalnya ± 1.000 km. Bagian bawah padat, makin ke atas makin renggang, turut berotasi dengan bumi dari barat ke timur. Ilmu yang mempelajari atmosfer khususnya cuaca disebut meteorologi. Dari meteorologi kita dapat mengetahui gejala alam/gejala geografi sehari-hari seperti terjadinya angin, awan, hujan, halilintar, sinar kutub, pelangi, dan sebagainya.





2. Lapisan-lapisan Atmosfer

Atmosfer terdiri atas beberapa lapisan sebagai berikut.

a. Lapisan Troposfer

Merupakan lapisan terbawah, tebalnya ± 12 km. Di daerah kutub tebalnya ± 9 km dan di daerah ekuator ± 16 km. Sifat udara lapisan ini temperatur udara makin ke atas makin menurun. Lapisan troposfer terbagi atas 3 bagian:

§  Lapisan planeter setebal ± 1.000 km di atas permukaan laut.
§  Lapisan konveksi 1 - 8 km.
§  Lapisan tropopause.
Mengandung 90% dari seluruh udara.

Di lapisan ini terdapat gejala geografi sehari-hari seperti awan, hujan, angin, halilintar, dan pelangi. Lapisan udara yang paling banyak diselidiki adalah lapisan troposfer. Di lapisan ini terdapat gas-gas campuran sebagai berikut.

§  1) Gas-gas yang tetap
Nitrogen (N2) ± 78%, oksigen (O2) ± 21%, argon (Ar) ± 0,9%, dan karbondioksida (CO2) ± 0,003%.

§  2) Gas-gas yang jumlahnya sedikit
Neon (Ne) ± 0,0015%, helium (He) ± 0,00015%, methan (CH) ± 0,0002%, krypton (Kr) ± 0,0001%, hidrogen (H2) ± 0,00005%, dan xenon (Xe) ± 0,000005%.

§  3) Gas-gas yang tidak tetap
a) Uap air (H2O) jumlahnya dipengaruhi oleh suhu dan tekanan gerak udara (angin).
b) Gas ozon (O3) terjadi apabila ada petir. Karena pengaruh adanya loncatan listrik maka O2 menjadi O3. Juga akibat sisa pembakaran mobil-mobil dan asap industri.
c) Bakteri-bakteri dan debu udara.

b. Lapisan Stratosfer

Lapisan udara di atas troposfer disebut stratosfer. Pada lapisan ini tidak terdapat gejala geografi sehari-hari.
Stratosfer terbagi menjadi 3 bagian sebagai berikut.

§  Lapisan isotherm 12 - 35 km.
§  Lapisan panas 35 - 50 km, temperatur naik sampai 50oC.
§  Lapisan campuran 50 - 100 km, temperatur turun sampai - 70oC.
Pada lapisan stratosfer suhu udara makin bertambah tinggi jika kita terus naik. Faktor yang menyebabkan tingginya suhu udara, yaitu sebagai berikut.

§  Di bagian atas stratosfer terdapat ozon.
§  Molekul ozon terjadi dari tiga atom oksigen yang mempunyai daya serap yang amat kuat terhadap radiasi sinar ultraviolet dari matahari, berfungsi sebagai perisai yang melindungi makhluk hidup di muka bumi.
§  Ozon merupakan sumber panas yang dapat memanasi udara di sekitarnya.

c. Lapisan Ozonosfer

Lapisan ozonosfer terdapat pada seluruh lapisan atmosfer bagian bawah, tetapi terkonsentrasi pada lapisan stratosfer, yaitu pada ketinggian 15 - 35 km. Lapisan ozonosfer penyerap utama radiasi ultraviolet. Radiasi ultraviolet jika sampai ke permukaan bumi dapat mengakibatkan luka bakar, kanker kulit, dan kebutaan, sedangkan kepada tumbuh-tumbuhan dan hewan dapat menimbulkan gangguan generatif serta menurunnya produktivitas.

Lapisn ozon akan rusak bila kemasukan gas CFC (Cloro Flouro Carbon), yaitu gas yang biasa digunakan pendingin AC, kulkas, dan hair spray. Masuknya gas CFC pada lapisan ozon akan menguraikan O3 menjadi O2 dan O1. Dampaknya kandungan O3 pada lapisan ozon sangat sedikit sehingga lapisannya seolah-olah berlubang yang dinamakan lubang ozon. Rusaknya lapisan ozon menyebabkan suhu udara di bumi bertambah panas dan menyebabkan gangguan iklim.

pertemuan kedua

d. Lapisan Mesosfer

Setelah melintasi lapisan stratosfer suhu menurun lagi setiap kita naik. Lapisan di atas stratosfer ini disebut lapisan mesosfer. Tebalnya meliputi antara ketinggian 45 km - 75 km. Suhu pada bagian ataslapisan mesosfer kira-kira -140oC.

e. Lapisan Termosfer

Setelah lapisan mesosfer suhu bertambah tinggi jika kita terus naik. Lapisan ini disebut lapisan termosfer. Bagian atas dari lapisan termosfer merupakan sumber panas. Pada bagian ini oksigen-oksigen menyerap radiasi ultraviolet dari matahari. Batas akhir termosfer tingginya tidak jelas.

f. Lapisan Eksosfer

Lapisan atmosfer di mana molekul-molekul udara bebas dapat meninggalkan bumi disebut lapisan eksosfer.

g. Lapisan Ionosfer

Lapisan ini adalah lapisan udara yang terionisasi. Lapisan ini disebut ionosfer sebab mengandung ion-ion elektron bebas yang dihasilkan oleh radiasi matahari. Proses ionisasi sudah mulai pada ketinggian ± 50 km pada lapisan mesosfer. Inti ionisasi terjadi pada ketinggian 100 km, yaitu pada lapisan termosfer. Lapisan ionosfer biasanya dibagi atas tiga lapisan, yaitu lapisan D (60 - 120 km) memantulkan gelombang panjang, lapisan E (120 - 180 km) memantulkan gelombang menengah, dan lapisan F (180 - 600 km) memantulkan gelombang pendek.
Lapisan ionosfer mempunyai peranan yang sangat penting, yaitu sebagai berikut.


1) Memantulkan gelombang radio yang dipancarkan. Gelombang-gelombang radio yang dipancarkan oleh pemancar radio dalam tiga jenis:

§  gelombang panjang, panjang gelombangnya antara 30.000 m dan 1.000 m;
§  gelombang menengah, antara 1.000 m dan 200 m; dan
§  gelombang pendek, antara 200 m dan 10 m. Gelombang ini terbagi-bagi menjadi gelombang pendek antara 200 m dan 50 m serta antara 50 m dan 10 m.
2) Menahan sebagian radiasi matahari sehingga tidak semua sampai ke bumi. Radiasi matahari dapat mematikan kehidupan di muka bumi.
Batas-batas lapisan atmosfer Setiap lapisan atmosfer dari permukaan bumi mempunyai batasan-batasan tertentu.

§  Batas antara troposfer dan stratosfer disebut tropopause. Tebal/tingginya tidak sama, rata-rata 12 km. Di atas khatulistiwa 18 km, sedangkan di kutub 6 km dari permukaan laut. Tropopause mempunyai suhu minimum.
§  Batas antara stratosfer dan mesosfer disebut stratopause. Tebal/tingginya rata-rata 24 km dari permukaan laut, stratopause mempunyai suhu maksimum. Suhu pada stratopause dapat melebihi suhu pada permukaan bumi, sebab stratopause berimpit dengan bagian atas lapisan ozon.
§  Batas antara mesosfer dan termosfer disebut mesopause. Suhu udara mesopause merupakan suhu yang terendah di dalam atmosfer, yaitu -140oC.


3 Mar 2020

XI ips 2


Mengenal Jenis dan Karakteristik Bencana di Indonesia
1. Pengertian Bencana Alam
Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana menyatakan bahwa bencana merupakan peristiwa atau serangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.
Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa oleh alam. Pada umumnya bencana alam terjadi karena adanya perubahan pada kondisi alam baik secara perlahan maupun secara ekstrem. Selain itu, bencana alam dapat terjadi karena ada faktor campur tangan manusia yang tidak bertanggungjawab, misalnya penebangan pohon berlebihan yang menyebabkan tanah longsor.

2. Klasifikasi Bencana Alam

Bencana alam dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis meliputi:

2.1 Bencana Alam Geologis

Bencana alam geologis merupakan bencana alam yang terjadi di permukaan bumi. Contoh bencana alam geologis yaitu gempa bumi, tanah longsor, tsunami, gunung meletus, dan lain sebagainya.

2.2 Bencana Alam Meteorologis / Klimatologis

Bencana alam meteorologis merupakan bencana alam yang terjadi karena perubahan iklim yang ekstrem. Contoh bencana alam meteorologis yaitu kekeringan, banjir, angin puting beliung, dan lain sebagainya.

2.3 Bencana Alam Ekstraterestrial

Bencana alam ekstraterestrial merupakan bencana alam yang terjadi karena benda dari luar angkasa. Bencana alam ini tergolong bencana alam yang paling jarang terjadi. Contoh bencana alam ekstraterestrial yaitu badai matahari.

3. Macam-Macam Bencana Alam

Berikut ini beberapa macam bencana alam yang sering terjadi di berbagai daerah:

3.1 Gempa Bumi

Gempa bumi merupakan bencana alam di mana timbulnya guncangan/ getaran pada permukaan bumi yang disebabkan oleh pelepasan energi dari dalam bumi secara tiba-tiba. Energi ini dapat berasal dari tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, aktivitas gunung berapi, runtuhan batuan, dan lain sebagainya. Besarnya kekuatan gempa bumi ini dapat diukur menggunakan alat Seismometer.
Jenis-jenis gempa bumi:
  1. Gempa bumi tektonik (pergeseran lempeng tektonik)
  2. Gempa bumi tumbukan (jatuhnya meteor atau asteroid)
  3. Gempa bumi reruntuhan (daerah kapur, pertambangan)
  4. Gempa bumi vulkanik (aktivitas magma sebelum gunung meletus)

3.2 Banjir

Banjir merupakan salah satu bencana alam di mana daratan tergenang oleh air secara berlebihan. Bencana alam hidrometeorologis ini umumnya terjadi karena intensitas hujan yang tinggi sehingga menyebabkan aliran air sungai meluap. Selain itu, faktor lain yang menyebabkan banjir adalah perilaku manusia yang tidak bertanggungjawab (penggundulan hutan, membuang sampah sembarangan, dan lain sebagainya).
Berbagai hal mengenai banjir dibahas mendalam pada artikel “Pengertian, Jenis, Dampak, dan Pengendalian Banjir“.

3.3 Tanah Longsor

Tanah longsor merupakan peristiwa gerakan massa tanah dan atau batuan yang menuruni lereng karena adanya gangguan kestabilan batuan dan tanah penyusun lereng tersebut. Bencana alam ini terjadi karena adanya faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut.
Post test

Apa yang dimaksud dengan mitigasi?