6 Nov 2019

Negara Maju dan Berkembang


KLS XII IPS 1,2,3

Negara Maju dan Berkembang – Atas dasar kriteria tertentu yang dimiliki oleh masing-masing negara, negara di dunia diklasifikasikan menjadi dua kategori utama, yaitu negara maju dan negara berkembang. 
Penduduk yang tinggal di Negara maju tentu saja memiliki tarap kehidupan dan kesejahteraan hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan penduduk di negara berkembang. Sarana prasarana yang dimiliki pun sangat memadai, mulai dari sektor sosial sampai dengan pendidikan.
Nah, Berikut ini adalah artikel singkat mengenai pengertian perbedaan karakteristik dan ciri ciri negara maju dan negara berkembang.

Sekilas Tentang Perbedaan Negara Maju dan Berkembang
Negara maju dan negara berkembang mempunyai beberapa perkembangan dan diantaranya adalah:
NO
NEGARA MAJU
NEGARA BERKEMBANG
1
Pendapatan per kapita tinggi
Pendapatan per kapita rendah
2
Pertumbuhan penduduk rendah
Pertumbuhan penduduk tinggi
3
Angka penduduk yang buta huruf rendah
Angka penduduk yang buta huruf tinggi
4
Kesenjangan sosial rendah
Kesenjangan sosial tinggi
5
Angka kematian bayi rendah
Angka kematian bayi tinggi
6
Bergantung pada sektor industri dan Jasa
Bergantung pada sektor pertanian
7
Standar sumber daya manusia tinggi
Standar sumber daya manusia rendah
8
Angka pengangguran rendah
Angka pengangguran tinggi
9
Sarana dan Infrastruktur memadai
Sarana dan Infrastruktur tidak memadai
10
Tingkat pendidikan tinggi
Tingkat pendidikan penduduk rendah
11 
Modal negara melebihi kebutuhan
 –
12
Tidak bergantung pada bantuan negara lain
Bergantung pada bantuan negara lain

5 Nov 2019

Potensi dan persebaran sumber daya pertanian


Pengertian ketahanan pangan, bahan industri, serta energi baru dan terbarukan
Ketahanan pangan
adalah ketersediaan pangan dan kemampuan seseorang untuk mengaksesnya. Sebuah rumah tangga dikatakan memiliki ketahanan pangan jika penghuninya tidak berada dalam kondisi kelaparan atau dihantui ancaman kelaparan.[2] Ketahanan pangan merupakan ukuran kelentingan terhadap gangguan pada masa depan atau ketiadaan suplai pangan penting akibat berbagai faktor seperti kekeringan, gangguan perkapalan, kelangkaan bahan bakar, ketidak stabilan ekonomi, peperangan, dan sebagainya.
Bahan Industri
Industri adalah bidang yang menggunakan ketrampilan, dan ketekunan kerja (bahasa Inggris: industrious) dan penggunaan alat-alat di bidang pengolahan hasil-hasil bumi, dan distribusinya sebagai dasarnya. Maka industri umumnya dikenal sebagai mata rantai selanjutnya dari usaha-usaha mencukupi kebutuhan (ekonomi) yang berhubungan dengan bumi, yaitu sesudah pertanian, perkebunan, dan pertambangan yang berhubungan erat dengan tanah. Kedudukan industri semakin jauh dari tanah, yang merupakan basis ekonomi, budaya, dan politik.
Energy terbarukan
Energi terbarukan energi yang berasal dari "proses alam yang berkelanjutan", seperti tenaga surya, tenaga angin, arus air proses biologi, dan panas bumi.

 Potensi dan persebaran sumber daya pertanian
ª  Potensi dan persebaran sumber daya pertanian
Pertanian
·         Pertanian Sawah Irigasi Persebarannya banyak terdapat di Pulau Jawa, Bali dan Madura.
·         Pertanian Sawah Pasang Surut Persebaran ; Sumatra, Kalimantan dan Papua
·         Pertanian Sawah Lebak Persebarannya ; Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Papua
·         Pertanian Ladang Persebaran ;Kalimantan dan Sumatera.
Perkebunan
·         Perkebunan Rakyat Persebaran ; Jawa, Bali, Madura dan Sulawesi
·         Perkebunan Besar Persebaran ; Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua
Peternakan
·         Peternakan Hewan Besar Persebaran ; Jawa, Bali,
·         Peternakan Hewan Kecil Persebaran ; jawa, Bali, Madura
·         Peternakan Hewan Unggas Persebaran; Jawa, Madura, Bali dan Sulawesi
Perikanan
·         Perikanan Budidaya
·         Perikanan Tangkapan Persebaran ; Sumatera, Kalimantan, Jawa, Maluku dan Papua

Potensi dan persebaran sumber daya pertanian
Hasil pertanian dan perkebunan selain digunakan untuk konsumsi dalam negeri sebagai pembantu terciptanya ketahanan pangan, juga digunakan sebagai bahan baku untuk industri. Bahan baku ini tidak hanya digunakan sebagai bahan baku di dalam negeri, tetapi juga dapat dieksport ke luar negeri sebagai penambah devisa negara. Nah, beberapa contohnya adalah:

1.   Kedelai
Kedelai banyak dibudidayakan pada lahan yang berupa ladang, tegalan, dan sawah tadah hujan. Penghasil kedelai di Indonesia berada di Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Lampung. Dengan produksi yang mencapai 850.000 ton pada tahun 2012, kedelai menjadi salah satu bahan industri yang cukup besar. Kedelai biasanya dipakai sebagai bahan industri tempe, tahu, susu kedelai, kecap, dan sebagai salah satu bahan eksport nonmigas
2.   Kelapa
Daerah persebaran kelapa di Indonesia hampir di seluruh wilayah Indonesia, karena hidupnya yang biasanya di dekat pantai, maka hampir di sepanjang pantai Indonesia banyak terdapat kelapa. Total produksi kelapa di Indonesia bisa mencapai 3,3 juta ton. Kelapa dimanfaatkan sebagai bahan baku minyak goreng, margarin, dan santan sebagai bumbu masak.
3.   Cengkeh
Di Indonesia, perkebunan cengkeh terdapat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Bali dan Maluku. Cengkeh dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku parfum, bahan tambahan masakandan bahan tambahan rokok

4 Nov 2019

Bumi Sebagai Ruang Kehidupan


  Proses Terjadinya Bumi
 Teori Terbentuknya Kulit Bumi

Sejarah Bumi

Sejarah Bumi berkaitan dengan perkembangan planet Bumi sejak terbentuk sampai sekarang.[1][2] Hampir semua cabang ilmu alam telah berkontribusi pada pemahaman peristiwa-peristiwa utama di Bumi yang sudah lampau. Usia Bumi ditaksir sepertiganya usia alam semesta. Sejumlah perubahan biologis dan geologis besar telah terjadi sepanjang rentang waktu tersebut.
Bumi terbentuk sekitar 4,54 miliar (4,54×109) tahun yang lalu melalui akresi dari nebula matahariPelepasan gas vulkanik diduga menciptakan atmosfer tua yang nyaris tidak beroksigen dan beracun bagi manusia dan sebagian besar makhluk hidup masa kini. Sebagian besar permukaan Bumi meleleh karena vulkanisme ekstrem dan sering bertabrakan dengan benda angkasa lain. Sebuah tabrakan besar diduga menyebabkan kemiringan sumbu Bumi dan menghasilkan Bulan. Seiring waktu, Bumi mendingin dan membentuk kerak padat dan memungkinkan cairan tercipta di permukaannya. Bentuk kehidupan pertama muncul antara 2,8 dan 2,5 miliar tahun yang lalu. Kehidupan fotosintesis muncul sekitar 2 miliar tahun yang lalu, nan memperkaya oksigen di atmosfer. Sebagian besar makhluk hidup masih berukuran kecil dan mikroskopis, sampai akhirnya makhluk hidup multiseluler kompleks mulai lahir sekitar 580 juta tahun yang lalu. Pada periode Kambrium, Bumi mengalami diversifikasi filum besar-besaran yang sangat cepat.
Perubahan biologis dan geologis terus terjadi di planet ini sejak terbentuk. Organisme terus berevolusi, berubah menjadi bentuk baru atau punah seiring perubahan Bumi. Proses tektonik lempeng memainkan peran penting dalam pembentukan lautan dan benua di Bumi, termasuk kehidupan di dalamnya. Biosfer memiliki dampak besar terhadap atmosfer dan kondisi abiotik lainnya di planet ini, seperti pembentukan lapisan ozon, proliferasi oksigen, dan penciptaan tanah.
Sejarah Bumi diurutkan secara kronologis dalam tabel skala waktu geologi, yang dibagi menjadi beberapa interval sesuai dengan analisis stratigrafi.[2][3] Skala waktu yang lengkap dapat dilihat di artikel utama. Keempat garis waktu di bawah ini menunjukkan skala waktu geologi. Garis waktu yang pertama menunjukkan keseluruhan waktu dari masa terbentuknya Bumi sampai waktu sekarang. Skala waktu ini memampatkan eon terbaru. Skala waktu kedua menunjukkan eon terbaru dengan skala yang diperluas. Namun skala waktu kedua ini juga masih memampatkan era terbaru, yang dapat dilihat di skala ketiga. Karena Kuarter merupakan periode yang sangat singkat dengan jangka waktu yang pendek, sehingga diperluas lagi di skala waktu keempat.
Skala waktu kedua, ketiga, dan keempat merupakan subbagian dari skala waktu sebelumnya yang ditunjukkan oleh tanda bintang. Alasan lain untuk memperluas skala keempat adalah, Holosen (jangka waktu) terakhir terlalu kecil untuk dapat ditampilkan dengan jelas pada skala waktu ketiga di sebelah kanan.

1. Struktur Bumi

a. Kerak Bumi
Kerak bumi berasal dari batuan yang terdiri atas berbagai jenis mineral. Batuan dapat dikelompokkan menjadi tiga tipe dasar, yaitu batuan gunung api, batuan endapan, dan batuan metamorfik.
  1. Batuan gunung api (secara harfiah berarti batuan yang dihasilkan dari api). Dahulu merupakan lelehan yang panas sekali, yang kemudian memadat di permukaan bumi, seperti batuan basalt. Batuan ini merupakan asal mula berbagai batuan kerak bumi. Batuan gunungapi disebut juga dengan batuan beku.
  2. Batuan endapan berasal dari bermacam-macam butiran batu yang bergerak dan menyebar karena pengaruh angin, air, atau penyebab lain. Batuan ini terletak di atas lahan atau dasar laut, yang secara bertahap saling bertindihan dan melekat. Batuan endapan membentuk beberapa lapisan yang tebalnya bermacam-macam, mulai dari beberapa sentimeter sampai dengan beribu-ribu meter. Lapisan-lapisan ini membentuk sebagian besar lapisan kerak bumi. Di antara batuan ini yang terpenting adalah batu pasir, batu kapur, dan batu serpih.
  3. Batuan metamorfik terbentuk dari hasil batuan gunungapi dan batuan endapan yang berubah dalam waktu yang berabad-abad. Berbagai faktor yang berperan dalam proses metamorfisme atau pembentukan batuan berubah bentuk adalah tekanan, panas, adanya air, dan berbagai perubahan kimia dan lamanya waktu berproses. Partikel-partikel batuan asli berubah menjadi berbagai susunan baru. Dengan cara ini, mineral baru dapat tercipta. Kadang-kadang batuan berubah bentuk masih menunjukkan sifat aslinya, dan kadang-kadang dapat berbentuk batuan yang baru sama sekali. Contoh batuan metamorfik, antara lain marmer, batu tulis, dan gneiss granit. Marmer berasal dari batu kapur, batu tulis dari serpih, sedangkan gneiss granit dari bermacam granit.
Lapisan atas kerak bumi di daerah daratan biasanya dilapisi tanah. Tanah terdiri atas partikel batuan yang banyak mengandung zat organik yang berasal dari pembusukan makhluk hidup zaman purba. Tanah mendukung kehidupan tanaman di bumi dan juga binatang karena makanan hewan, baik langsung maupun tidak langsung berasal dari tanaman.

b. Penampang Bumi dan Lapisan-Lapisannya

Setelah Bumi ini terbentuk dari massa gas seperti telah dikemukakan melalui hipotesis tentang terbentuknya bumi, lambat laun mengalami proses pendinginan sehingga bagian terluarnya menjadi keras. Adapun bagian dalamnya masih tetap, yaitu berupa massa zat yang panas dalam keadaan lunak.
Sepanjang proses pendinginan yang berlangsung dalam jangka waktu jutaan tahun, zat-zat pembentuk bumi terdiri atas berbagai jenis sifat kimia dan fisikanya sempat memisahkan diri sesuai dengan perbedaan sifat-sifat tersebut. Hasil-hasil penelitian terhadap fisik bumi menunjukkan bahwa batuan-batuan pembentuk bumi mulai dari kerak bumi sampai inti bumi memiliki komposisi mineral dan unsur kimia yang berbeda-beda.

Pada dasarnya Planet Bumi memiliki struktur utama sebagai berikut.

  1. Litosfer (Lapisan Batuan Pembentuk Kulit Bumi atau Crust). Litosfer berasal dari kata lithos berarti batu dan sfhere (sphaira) berarti bulatan (lapisan). Dengan demikian, litosfer diartikan lapisan batuan pembentuk kulit bumi. Dalam pengertian lain litosfer adalah lapisan bumi paling atas dengan ketebalan lebih kurang 66 km tersusun atas batuan penyusun kulit bumi. Karena merupakan bagian paling keras seperti kerak maka disebut juga kerak bumi.
  2. Astenosfer (Lapisan Selubung atau Mantle). Astenosfer adalah lapisan yang terletak di bawah litosfer dengan ketebalan sekitar 2.900 km berupa material cair kental dan berpijar dengan suhu sekitar 3.000° C. Astenosfer merupakan campuran dari berbagai bahan yang bersifat cair, padat, dan gas dengan suhu tinggi.
  3. Barisfer (Lapisan Inti Bumi atau Core). Barisfer adalah lapisan inti bumi yang merupakan bagian bumi paling dalam tersusun atas lapisan Nife (Niccolum atau nikel dan ferrum atau besi). Lapisan ini dapat pula dibedakan atas dua bagian, yaitu inti luar dan inti dalam.
    • Inti Luar (Outer Core) adalah inti bumi yang ada di bagian luar. Tebal lapisan mencapai 2.200 km, tersusun dari besi dan nikel yang bersifat cair, kental, dan panas yang berpijar dengan suhu sekitar 3.9000 C.
    • Inti Dalam (Inner Core) adalah inti bumi yang ada di lapisan dalam dengan ketebalan sekitar 2.500 km. Inti dalam tersusun atas besi dan nikel pada suhu yang sangat tinggi, yaitu sekitar 4.800° C, akan tetapi tetap dalam keadaan padat dengan densitas sekitar 10 gram/cm
    • 2. Teori Pembentukan dan Perubahan Kulit Bum
    • Kulit bumi dari waktu ke waktu mengalami perubahan, hal ini kemudian menjadi bahan pemikiran para ahli untuk mengungkap proses perubahan dan perkembangan kulit bumi pada masa lalu, sekarang, dan prediksi pada masa yang akan datang. Teori-teori mengenai terbentuknya kulit bumi yang dikemukakan para ahli antara lain sebagai berikut.

      a. Teori Kontraksi (Contraction Theory) 

      Teori ini dikemukakan kali pertama oleh Descrates (1596–1650). Ia menyatakan bahwa bumi semakin lama semakin susut dan mengerut disebabkan terjadinya proses pendinginan sehingga di bagian per- mukaannya terbentuk relief berupa gunung, lembah, dan dataran. Teori Kontraksi didukung pula oleh James Dana (1847) dan Elie de Baumant (1852). Keduanya berpendapat bahwa bumi mengalami pengerutan karena terjadi proses pendinginan pada bagian dalam bumi yang mengakibatkan bagian permukaan bumi mengerut membentuk pegunungan dan lembah-lembah.

      b. Teori Dua Benua (Laurasia-Gondwana Theory) 

      Teori ini menyatakan bahwa pada awalnya bumi terdiri atas dua benua yang sangat besar, yaitu Laurasia di sekitar kutub utara dan Gondwana di sekitar kutub selatan bumi. Kedua benua tersebut kemudian bergerak perlahan ke arah equator bumi sehingga pada akhirnya terpecah-pecah menjadi benua-benua yang lebih kecil. Laurasia terpecah menjadi Asia, Eropa, dan Amerika Utara, sedangkan Gondwana terpecah menjadi Afrika, Australia, dan Amerika Selatan. Teori Laurasia-Gondwana kali pertama dikemukakan oleh Edward Zuess pada 1884.

      c. Teori Pengapungan Benua (Continental Drift Theory) 

      Teori pengapungan benua dikemukakan oleh Alfred Wegener pada 1912. Ia menyatakan bahwa pada awalnya di bumi hanya ada satu benua maha besar disebut Pangea. Menurutnya benua tersebut kemudian terpecah-pecah dan terus mengalami perubahan melalui pergerakan dasar laut. Gerakan rotasi bumi yang sentripugal, mengakibatkan pecahan benua tersebut bergerak ke arah barat menuju ekuator. Teori ini didukung oleh bukti-bukti berupa kesamaan garis pantai Afrika bagian barat dengan Amerika Selatan bagian timur, serta adanya kesamaan batuan dan fosil di kedua daerah tersebut.

      d. Teori Konveksi (Convection Theory) 

      Menurut Teori Konveksi yang dikemukakan oleh Arthur Holmes dan Harry H. Hess dan dikembangkan lebih lanjut oleh Robert Diesz, dikemukakan bahwa di dalam bumi yang masih dalam keadaan panas dan berpijar terjadi arus konveksi ke arah lapisan kulit bumi yang berada di atasnya. Ketika arus konveksi yang membawa materi berupa lava sampai ke permukaan bumi di mid oceanic ridge (punggung tengah samudra), lava tersebut akan membeku membentuk lapisan kulit bumi yang baru sehingga menggeser dan menggantikan kulit bumi yang lebih tua. Bukti dari adanya kebenaran Teori Konveksi yaitu terdapatnya mid oceanic ridge, seperti mid Atlantic Ridge, dan Pasific-Atlantic Ridge di permukaan bumi. Bukti lainnya didasarkan pada penelitian umur dasar laut yang membuktikan semakin jauh dari punggung tengah samudra, umur batuan semakin tua. Artinya, terdapat gerakan yang berasal dari mid oceanic ridge ke arah yang berlawanan disebabkan oleh adanya arus konveksi dari lapisan di bawah kulit bumi.

      e. Teori Lempeng Tektonik (Tectonic Plate Theory) 

      Teori Lempeng Tektonik dikemukakan oleh Tozo Wilson. Berdasarkan Teori Lempeng Tektonik, kulit bumi terdiri atas beberapa lempeng tektonik yang berada di atas lapisan astenosfer yang berwujud cair kental. Lempeng- lempeng tektonik pembentuk kulit bumi selalu bergerak karena adanya pengaruh arus konveksi yang terjadi pada lapisan astenosfer dengan posisi berada di bawah lempeng tektonik kulit bumi.

      Berdasarkan arahnya, gerakan lempeng-lempeng tektonik dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.
      1. Konvergensi, yaitu gerakan saling bertumbukan antarlempeng tektonik. Tumbukan antarlempeng tektonik dapat berupa tumbukan antara lempeng benua dan benua, atau antara lempeng benua dan lempeng dasar samudra. Zona atau tempat terjadinya tumbukan antara lempeng tektonik benua dan benua disebut zona konvergen. Contohnya tumbukan antara lempeng India dan lempeng benua Eurasia yang menghasilkan terbentuknya pegunungan lipatan muda Himalaya dan merupakan pegunungan tertinggi di dunia dengan puncak tertingginya, Mount Everest. Contoh lainnya, tumbukan lempeng Italia dengan Eropa yang menghasilkan terbentuknya jalur Pegunungan Alpen. Zona berupa jalur tumbukan antara lempeng benua dan lempeng dasar samudra, disebut zona subduksi (subduction zone), contohnya, tumbukan antara lempeng benua Amerika dan lempeng dasar Samudra Pasifik yang menghasilkan terbentuknya Pegunungan Rocky dan Andes. 
      2. Divergensi, yaitu gerakan saling menjauh antarlempeng tektonik, contohnya gerakan saling menjauh antara lempeng Afrika dan Amerika bagian selatan. Zona berupa jalur tempat berpisahnya lempeng-lempeng tektonik disebut zona divergen (zona sebar pisah). 
      3. Sesar Mendatar (Transform), yaitu gerakan saling bergesekan (berlawanan arah) antarlempeng tektonik. Contohnya gesekan antara lempeng Samudra Pasifik dan lempeng daratan Amerika Utara yang mengakibatkan terbentuknya Sesar San Andreas yang membentang sepanjang kurang lebih 1.200 km dari San Francisco di utara sampai Los Angeles di selatan Amerika Serikat. Zona berupa jalur tempat bergesekan lempeng-lempeng tektonik disebut Zona Sesar Mendatar (zona transform).

1 Nov 2019

Potensi dan persebaran sumber daya pertanian


Pertemuan ke dua dan ketiga
 Potensi dan persebaran sumber daya pertanian
ª  Potensi dan persebaran sumber daya pertanian
Pertanian
·         Pertanian Sawah Irigasi Persebarannya banyak terdapat di Pulau Jawa, Bali dan Madura.
·         Pertanian Sawah Pasang Surut Persebaran ; Sumatra, Kalimantan dan Papua
·         Pertanian Sawah Lebak Persebarannya ; Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Papua
·         Pertanian Ladang Persebaran ;Kalimantan dan Sumatera.
Perkebunan
·         Perkebunan Rakyat Persebaran ; Jawa, Bali, Madura dan Sulawesi
·         Perkebunan Besar Persebaran ; Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua
Peternakan
·         Peternakan Hewan Besar Persebaran ; Jawa, Bali,
·         Peternakan Hewan Kecil Persebaran ; jawa, Bali, Madura
·         Peternakan Hewan Unggas Persebaran; Jawa, Madura, Bali dan Sulawesi
Perikanan
·         Perikanan Budidaya
·         Perikanan Tangkapan Persebaran ; Sumatera, Kalimantan, Jawa, Maluku dan Papua

Potensi dan persebaran sumber daya pertanian
Hasil pertanian dan perkebunan selain digunakan untuk konsumsi dalam negeri sebagai pembantu terciptanya ketahanan pangan, juga digunakan sebagai bahan baku untuk industri. Bahan baku ini tidak hanya digunakan sebagai bahan baku di dalam negeri, tetapi juga dapat dieksport ke luar negeri sebagai penambah devisa negara. Nah, beberapa contohnya adalah:

1.   Kedelai
Kedelai banyak dibudidayakan pada lahan yang berupa ladang, tegalan, dan sawah tadah hujan. Penghasil kedelai di Indonesia berada di Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Lampung. Dengan produksi yang mencapai 850.000 ton pada tahun 2012, kedelai menjadi salah satu bahan industri yang cukup besar. Kedelai biasanya dipakai sebagai bahan industri tempe, tahu, susu kedelai, kecap, dan sebagai salah satu bahan eksport nonmigas
2.   Kelapa
Daerah persebaran kelapa di Indonesia hampir di seluruh wilayah Indonesia, karena hidupnya yang biasanya di dekat pantai, maka hampir di sepanjang pantai Indonesia banyak terdapat kelapa. Total produksi kelapa di Indonesia bisa mencapai 3,3 juta ton. Kelapa dimanfaatkan sebagai bahan baku minyak goreng, margarin, dan santan sebagai bumbu masak.
3.   Cengkeh
Di Indonesia, perkebunan cengkeh terdapat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Bali dan Maluku. Cengkeh dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku parfum, bahan tambahan masakan, dan bahan tambahan rokok.
Potensi dan persebaran sumber daya peternakan

Sumber daya alam hewani yang kedua adalah dari peternakan. Peternakan di Indonesia cukup banyak, adapun pembagian peternakan disini diantaranya adalah hewan ternak besar, hewan ternak sedang, hewan ternak kecil dan unggas. Berikut adalah penjabaran dari masing-masing pembagian peternakan tersebut:
Hewan Ternak Besar
Hewan ternak besar disini antara lain adalah sapi, kuda dan kerbau. Pada awalnya kelompok hewan ternak besar ini dimanfaatkan untuk keperluan bertani seperti membajak sawah, hal-hal lain seperti kuda yang digunakan untuk menarik delman atau gerobak yang bahkan hingga digunakan untuk mengangkut beban. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, kelompok hewan jenis ini kemudian dimanfaatkan semuanya, mulai dari dagingnya, kulitnya, susu bahkan hingga tulangnya.
Hewan Ternak Sedang
Yang termasuk dalam kelompok hewan ternak sedang diantaranya adalah kambing, domba dan babi. Kelompok hewan jenis ini memang sudah banyak berkembang di berbagai daerah. Perkembangan dan budidaya ternak jenis ini didasari karena pengaruh kebudayaan, sehingga ada beberapa orang yang mengatakan bahwa peternakan jenis ini adalah peternakan kebudayaan.
Hewan Ternak Kecil
Kelompok hewan jenis ini salah satunya adalah kelinci. Umumnya kelinci dipelihara sebagai hewan hias, akan tetapi ada di beberapa daerah tertentu yang memanfaatkan kelinci untuk dijadikan sebagai bahan pangan. Hingga saat ini sudah banyak peternak kelinci yang membudidayakannya, sehingga tidak heran jika saat ini sudah banyak berbagai jenis kelinci yang berkembang.
Hewan Ternak Unggas
Kelompok hewan jenis ini saat ini banyak ditemukan di berbagai daerah. Adapun hewan-hewan yang termasuk dalam kelompok ini antara lain adalah angsa, ayam, burung puyuh dan entog. Budidaya unggas memang sudah banyak, terutama pada budidaya ayam dan burung puyuh. Pada budidaya ayam sendiri saat ini sudah ada yang namanya ayam petelur yang secara khusus hanya menghasilkan telur untuk dijual bukan untuk dibudidayakan.
Pemanfaatan

Sumber daya alam hewani yang budidayanya sangat luas saat ini pemanfaatannya juga beragam. Berikut adalah pembagian dari pemanfaatannya tersebut:
Bahan Pangan 
 Pemanfaatan sumber daya alam hewani dalam bahan pangan diantaranya adalah hewan-hewan dari yang terbesar hingga terkecil akan dimanfaatkan dagingnya untuk diolah menjadi bahan pangan, kemudian hewan-hewan yang menghasilkan telur akan dijual telurnya, yang kemudian telur tersebut dapat digunakan untuk keperluan lain. Selain itu hewan-hewan yang menghasilkan susu nantinya susu tersebut akan diolah lebih lanjut menjadi bahan pangan seperti keju dan lain sebagainya
Bahan Sandang 
 Pemanfaatan sumber daya alam hewani dalam bahan sandang diantaranya adalah dimanfaatkannya serat dari kepompong ulat sutera untuk dijadikan kain sutra, wol yang berasal dari bulu domba hingga pemanfaatan kulit dari sapi, ular bahkan buaya untuk dijadikan tas, jaket, dompet dan lain sebagainya yang memiliki nilai jual tinggi.
Kesehatan 
 Pemanfaatan sumber daya alam hewani dalam bidang kesehatan diantaranya adalah madu alami yang bersal dari lebah madu dapat dijadikan sebagai obat, susu dari kambing yang bermanfaat untuk kesehatan saluran pencernaan, bahkan hingga air liur dari burung walet yang dipercaya oleh kebanyakan orang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan stamina tubuh bahkan untuk kesehatan kulit.
Sumber daya alam hewani merupakan sumber daya alam hayati yang dapat diperbarui. Adapun yang termasuk sumber daya alam hayati selain sumber daya alam hewani adalah sumber daya alam nabati Jika diatas telah dijelaskan bahwa sumber daya alam hewani berasal dari hewan, maka sumber daya alam nabati berasal dari tumbuh-tumbuhan. Lalu apa manfaatnya ? Berikut penjelasannya:
Sumber Daya Pangan
 Hasil dari tumbuh-tumbuhan seperti padi, jagung, ubi dan lain sebagainya saat ini sudah banyak diolah untuk dijadikan bahan pangan setiap harinya. Selain terhindar dari bahan kimia, bahan pangan dari tumbuhan memiliki kandungan protein dan karbohidrat yang tinggi.
Kebutuhan Sandang
 Tumbuhan seperti kapas dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan sandang yang seratnya bermanfaat untuk dibuat karung goni.
Obat-obatan 
 Beberapa jenis tanaman seperti kayu putih, cengkeh, daun serih dan lain-lain dapat diolah menjadi obat tradisional yang mujarab. Bahkan saat ini sudah tidak perlu repot dalam pengolahannya, karena obat-obatan tersebut dapat ditemukan di apotek.
Bahan Bangunan 
 Adapun kayu yang berada di hutan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan atau bahkan dapat diekspor ke luar negeri karena kualitasnya yang bagus seperti kayu jati. Hal ini tentunya akan menambah devisa negara dari hasil penjualan kayu tersebut ke luar negeri.
Apotik Hidup
 Jenis tumbuhan obat-obatan seperti jahe, kunyit dan temulawak dapat dibudidayakan di pekarangan rumah menjadi apotik hidup. Hal ini tentunya perlu diterapkan karena apabila terserang penyakit ringan seperti masuk angin dapat diobati terlebih dahulu menggunakan obat tradisional yang telah ditanam di pekarangan rumah.
Bahan Industri 
 Adapun jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk bahan industri perkebunan antara lain adalah teh dan kopi. Saat ini perkebunan teh dan kopi di Indonesia sudah banyak, sehingga tidak heran apabila banyak produk teh dan kopi di Indonesia yang memiliki ciri khas tersendiri. Tidak hanya itu, bahkan sudah ada produk kopi dari Indonesia yang disukai oleh negara asing.
Potensi laut itu bukan cuma ikan atau rumput laut saja, Squad. Potensi sumber daya kelautan termasuk ekosistem laut yang beragam, energi, dan mineral. Berikut ini adalah potensi sumber daya laut Indonesia:
 Potensi dan persebaran sumber daya perikanan
Pengelolaan Perikanan
Kita harus bersyukur Squad, karena Indonesia punya wilayah laut yang luas, jadi kita bisa puas makan banyak jenis ikan. Jumlah ikan yang banyak ini perlu dikelola dengan baik, agar cucu kita juga tetap bisa merasakan ikan yang banyak seperti kita sekarang. Meski kita membutuhkan ikan untuk dikonsumsi, penangkapan ikan yang berlebihan harus dihindari karena dapat mengancam keberadaan ikan-ikan di laut. Salah satu cara mengelolanya adalah dengan menangkap ikan layak konsumsi yang memiliki tingkat regenerasi tinggi dan tidak termasuk dalam hewan terancam punah.
Cara lainnya adalah dengan melakukan budi daya, seperti ikan kakap dan kerapu. Selain ikan, ada juga budi daya moluska (kerang-kerangan, mutiara dan teripang), budi daya rumput laut, dan pengembangan industri bioteknologi kelautan (industri ini meliputi industri bahan baku untuk makanan, industri bahan pakan alami, benih ikan dan udang, serta industri bahan pangan).