30 Mar 2020

XI IPS !

Persebaran wilayah rawan bencana alam di Indonesia. 
Bencana atau disaster merupakan suatu peristiwa yang mengancam kehidupan mahluk hidup disekitarnya. Bencana dapat dibagi menjadi bencana alam dan bencana sosial. Bencana alam merupakan bencana yang disebabkan oleh fenomena alam. Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerentanan bencana alam yang tinggi. Setiap tahun berbagai bencana alam sering terjadi baik ketika musim hujan maupun kemarau. 

Gempa Bumi

Gempa bumi yang paling membahayakan adalah gempa tektonik atau karena pergeseran lempeng tektonik. Gempa tektonik banyak terjadi di daerah zona subduksi atau patahan. Daerah tersebut adalah Aceh, Padang, Nias, Jambi, Bengkulu, Lampung. Tasikmalaya, Jogjakarta, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Erupsi

Erupsi adalah peristiwa meletusnya gunung api. Daerah-daerah yang berada disekitar gunung api aktif termasuk zona rawan bencana ini seperti Gunung Sinabung, Merapi, Tangkubanperahu, Lokon, Kelud, Semeru, Bromo dan Soputan.

Longsor

Longsor adalah pergerakan tanah di daerah yang curam. Semua daerah yang berada di lereng bukit memiliki potensi longsor contohnya di Banjarnegara, Wonosobo, Ponorogo, Ciwidey dan Purworejo. Longsor sering terjadi di Indonesia karena curah hujan yang tinggi.

Banjir

Banjir banyak terjadi saat musim hujan tiba. Biasanya banjir terjadi di daerah dataran rendah atau daerah yang dialiri sungai seperti Jakarta, Bandung dan Bekasi. Banjir juga bisa diakibatkan oleh pasang laut (banjir rob) seperti di daerah Semarang.

Tsunami

Tsunami dipicu dari adanya gempa runtuhan di dasar laut atau erupsi gunung api di laut. Daerah yang menghadap samudera luas berpotensi terkena tsunami seperti pantai barat Sumatera, pantai selatan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

Kekeringan

Kekeringan disebabkan oleh musim kemarau panjang atau karena anomali cuaca seperti El Nino. Daerah rawan kekeringan di Indonesia diantaranya Gunung Kidul, Pacitan, Sulawesi Tengah dan Lombok.

Kebakaran lahan

Kebakaran lahan banyak terjadi di daerah yang banyak hutan gambut seperti Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Riau, Sumatera Selatan dan Jambu.

Gas Beracun

Gas beracun berasal dari gejala post vulkanik seperti di Kawah Domas, Ijen dan Dieng. Gas beracun ini tidak berasa dan berbau sehingga agak sulit dideteksi oleh manusia.

Angin Puting Beliung

Angin puting beliung terjadinya karena adanya pusat tekanan rendah di suatu wilayah. Bebrapa daerah yang pernah diterjang angin puting beliung diantaranya Sukabumi, Banten, Jawa Timur dan Sumatera bagian barat

X IPS 2

1. Troposfer

  • Lapisan terbawah dari atmosfer dan paling dekat dengan permukaan bumi
  • Ketinggian sekitar 0 – 12 km di atas permukaan bumi -> khatulistiwa: kurang dari 16 km (800C); daerah sedang: sekitar 11 km (540C); daerah kutub: sekitar 8 km (460C)
  • Terjadi peristiwa cuaca dan iklim -> perubahan suhu, angin, tekanan udara, dan kelembaban udara
  • Untuk perubahan suhu -> setiap naik 100 m dari permukaan bumi, suhu udara turun ± 0,60C
  • 80% dari seluruh gas penyusun atmosfer berada di lapisan atmosfer ini
  • Lapisan troposfer terdiri atas:
    1. Lapisan planetair: 0 – 1 km
    2. Lapisan konveksi: 1 – 8 km
    3. Lapisan tropopause: 8 – 12 km -> pembatas antara troposfer dengan stratosfer; kegiatan udara secara vertikal terhenti

2. Stratosfer

  • Ketinggian sekitar 12 – 50 km di atas permukaan bumi
  • Adanya proses inversi suhu -> ketinggian bertambah, suhu udara meningkat
  • Hampir terbebas dari fenomena cuaca atau iklim -> uap air, debu atmosfer, dan khususnya kondisi awan sehingga ideal untuk pesawat terbang
  • Konsentrasi gas ozon tertinggi ada di lapisan atmosfer ini, yaitu di ketinggian 20 km
  • Lapisan stratosfer terdiri atas:
    1. Lapisan isometris: 12 – 20 km
    2. Lapisan inversi: 20 – 35 km
    3. Lapisan inversi kuat: 35 – 50 km
  • Lapisan stratopause: pembatas antara stratosfer dan mesosfer

3. Mesosfer

  • Ketinggian sekitar 50 – 80 km di atas permukaan bumi
  • Fungsinya:
    • Melindungi bumi dari benda – benda luar angkasa -> contohnya meteor yang akan terbakar melewati lapisan ini
    • Sebagai penghantar gelombang elektromagnetik -> sinyal radio, televisi, telefon
    • Pendingin radiasi ultraviolet
  • Suhu udara tidak stabil -> semakin ke atas suhu udara menurun; penurunan sekitar 0,40C setiap kenaikan ketinggian 100 meter
  • Suhunya rendah sekitar -500C sampai -700C
  • Terdapat pembentukan awan noktilusen di lapisan mesosfer dekat kutub
  • Lapisan mesopause: lapisan atmosfer pembatas antara mesosfer dengan termosfer

4. Termosfer (Ionosfer)

  • Ketinggian sekitar 80 – 700 km
  • Adanya ionisasi partikel – partikel yang memberikan efek refleksi gelombang radio (ionosfer) -> akibat radiasi sinar X dan sinar ultraviolet dari matahari
  • Rata – rata suhu sekitar 5000C – 2.0000C
  • Suhu meningkat di lapisan termosfer yang lebih rendah -> sekitar 200 – 300 km
  • Aurora terjadi di termosfer
  • Lapisan termopause (exobase): pembatas termosfer dan eksosfer

5. Eksosfer

  • Ketinggian lebih dari 700 km dari permukaan bumi
  • Fungsi: merefleksikan cahara matahari -> cahaya matahari zodiacal
  • Suhu mencapai 2.2000C
  • Pergerakan molekul hidrogren cepat -> tekanan radiasi sinar matahari lebih kuat dibandingkan tarikan gravitasi bumi
  • Dinamakan disipasisfer atau rang antar planet dan geostasioner
  • Di lapisan atmosfer ini tidak terdapat tekanan udara

Fungsi/Manfaat Atmosfer

Atmosfer menjadi bagian penting bagi kelayakan kehidupan di bumi. Poin penting dalam fungsi atmosfer adalah melindungi bumi dari radiasi-radiasi matahari yang berbahaya. Dalam proses penyinaran matahari, sekitar 34% panas matahari dipantulkan kembali ke angkasa oleh atmosfer, 19% diserap atmosfer, dan 47% mencapai permukaan bumi. Atmosfer juga memiliki manfaat yang lain seperti berikut.
  • Pengatur Cuaca
    • Atmosfer dapat mengurangi radiasi matahari menuju bumi -> contohnya pengurangan radiasi sinar ultraviolet
    • Dampaknya dari pengaturan radiasi matahari adalah kondisi suhu udara
  • Siklus Hidrologi
    • Atmosfer menjadi media dalam rangkaian siklus hidrologi -> penampung air sehingga air dapat didistribusikan secara merata
    • Contohnya perbedaan akan siklus hidrologi pendek, sedang, dan panjang.
  • Penyedia Gas
    • Atmosfer tersusun dari banyak gas -> beberapa gas dibutuhkan oleh makhluk hidup
    • Contohnya: gas oksigen dibutuhkan manusia dan hewan, sedangkan karbon dioksida dibutuhkan tumbuhan
  • Tata Surya
    • Berperan untuk melindungi bumi dari benda luar angkasa -> misalnya meteor yang akan jatuh ke bumi
    • Memantulkan gelombang elektromagnetik

Gejala Optik Atmosfer

  • Faktor: adanya interaksi antara cahaya matahari atau bulan dengan unsur-unsur yang terdapat di atmosfer -> interaksi dapat berupa penyebaran, pemantulan, atau pembiasan
  • Contoh:
    1. 22 Degree Halo -> pembiasan cahaya matahari dan bulan dari kristal es pada ketinggian yang tinggi
    2. Alpenglow -> pembiasan saat matahari terbenam sehingga langit terlihat berwarna merah muda (biasanya di pegunungan)
    3. Aurora -> pembiasan cahaya matahari yang bentuknya tidak teratur karena matahari tertutup oleh awan cumulonimbus
    4. Green flashes -> pembiasan warna hijau pada spektrum cahaya di atmosfer saat matahari terbit atau tenggelam
    5. Zodiac light -> pemantulan cahaya dari planet lain, debu, atau asteroid di tata surya pada malam hari
Pemanasan tidak langsung dapat terjadi dengan cara-cara sebagai berikut:
  • Konduksi adalah pemberian panas oleh matahari pada lapisan udara bagian bawah kemudian lapisan udara tersebut memberikan panas pada lapisan udara diatasnya. Molekul udara yang sudah panas mempengaruhi molekul udara yang belum panas sehingga menjadi sama-sama panas.
  • Konveksi adalah pemberian panas oleh gerak udara vertikal keatas. Penyebaran panas ini terjadi akibat gerakan udara secara vertikal, sehingga udara diatasnya yang belum panas akan menjadi panas karena pengaruh udara dibawahnya yang sudah panas.
  • Adveksi adalah pemberian panas oleh gerak udara yang horizontal. Penyebaran panas ini terjadi karena gerakan udara panas secara horizontal dan menyebabkan udara disekitarnya menjadi panas.
  • Turbulensi adalah pemberian panas oleh gerak udara yang tidak teratur dan berputar-putar ke atas tetapi ada sebagian panas yang dipantulkan kembali ke atmosfer.
Pemanasan secara langsung dapat terjadi melalui beberapa proses sebagai berikut:
  • Proses absorbsi adalah penyerapan unsur-unsur radiasi matahari, misalnya sinar gama, sinar-X dan ultraviolet. Unsur-unsur yang menyerap radiasi matahari tersebut adalah oksigen, nitrogen, ozon, hidrogen dan debu.
  • Proses refleksi adalah pemanasan matahari terhadap udara tetapi dipantulkan kembali ke angkasa oleh butir-butir air (H2O), awan dan partikel-partikel lain di atmosfer.
  • Proses difusi ialah sinar matahari mengalami difusi berupa sinar gelombang pendek biru dan embayung berhamburan ke segala arah. Proses ini menyebabkan langit berwarna biru.