20 Jan 2020

XI IPS 1

PPt = (L-M)+(I-E)
Keterangan:
PPt         : Pertumbuhan penduduk tahun akhir perhitungan
L             : Jumlah kelahiran dalam periode tahun tertentu
M           : jumlah kematian dalam periode tahun tertentu
I              : Jumlah imigrasi dalam periode tahun tertentu
E             : Jumlah emigrasi dalam periode tahun tertentu
Sementara pertumbuhan penduduk total, diperoleh dengan membagi PPt dengan jumlah penduduk total pada periode tertentu di kalikan 100.
Persentase Pertumbuhan penduduk Total = PPt / P0
Keterangan:
P0           : Jumlah penduduk awal tahun

Kelahiran

Kelahiran merupakan faktor dinamika kependudukan yang menambah jumlah penduduk, ada beberapa istilah yang sering digunakan antara lain, natalitas (kelahiran), fertilitas (kesuburan) istilah-istilah ini hampir memiliki kesamaan makna.
Faktor mendukung kelahiran dipengaruhi oleh faktor pendukung (pro-natalitas), antara lain:
1.     Pernikahan pada usia muda;
2.     Nilai anak, yang memandang anak membawa rezeki;
3.     Keinginan memperoleh anak laki-laki sebagai budaya paternal, anak laki-laki adalah pewaris keturunan;
4.     Belum sampainya program keluarga berencana.

Faktor yang menghambat kelahiran (anti-natalitas) adalah:
1.     Pelaksanaan program keluarga berencana;
2.     Nilai anak, yang menganggap anak sebagai beban ekonomi;
3.     Penundaan usia perkawinan;
4.     Kebijakan instansi yang membatasi insentif tunjangan untuk anak.
Angka kelahiran dapat diklasifikasi atas angka kelahiran kasar (crude birth rate/CBR), angka kelahiran umum (general fertility rete/GFR), dan angka kelahiran menurut kelompok umur (age specific birth rate/ASFR)

CBR= B / P x k
Keterangan:
CBR        : angka kelahiran kasar (crude birth rate/CBR);
B            : jumlah bayi lahir yang hidup pada periode tahun tertentu;
P             : jumlah penduduk pada pertengahan tahun;
k             : konstanta, biasanya 1000
 GFR        : B / Pf (15-49) x k
Keterangan:
GFR        : angka kelahiran umum (general fertility rete/GFR);
B             : jumlah bayi lahir yang hidup pada periode tahun tertentu;
Pf            : jumlah wanita berusia produktif pada pertengahan tahun;
k             : konstanta, bisanya 1000.
 ASBRx=Bx / Px x k
Keterangan:
ASBRx      : angka kelahiran menurut kelompok umur x tahun.
Bx               : jumlah kelahiran dari wanita kelompok umur x pada tahun tertentu;
Px          : jumlah wanita kelompok umur x pada pertengahan tahun yang sama;
x           : kelompok umur (x= 1, wanita kelompok umur 15 – 19 tahun, x=2, 20-27 tahun, …,x=7, 45-49 tahun)
k             : konstanta, bisanya 1000.
 Kematian
Angka kematian menunjukkan jumlah kematian per 1000 penduduk. Beberapa faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya angka kematian antara lain:
Faktor pendukung:
1.           Kurang sadar tentang kesehatan;
2.           kurangnya fasilitas kesehatan;
3.           kecelakaan lalu lintas;
4.           bencana alam;
5.           perang;
6.           budaya bunuh diri.

Faktor penghambat:
1.           Tingginya kesadaran kesehatan;
2.           fasilitas kesehatan dan jumlah dokter yang memadai;
3.           lingkungan yang bersih dan sehat;
4.           ajaran yang melarang bunuh diri.

Angka kematian terdiri atas angka kematian kasar (crude birth rate/CBR) dan angka kematian menurut kelompok umur (age specific death rate/ASDR)

CDR= D / P x k
Keterangan:
CDR       : angka kematian kasar;
D            : jumlah kematian dalam periode tahun tertentu;
P             : jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu;
k             : konstanta, bisanya 1000.
 ASDRx= D/ Px x k
ASDRx    : angka kematian menurut kelompok umur tertentu pada tahun tertentu
Dx          : jumlah penduduk yang meninggal pada kelompok umur x pada tahun tertentu;
Px           : jumlah penduduk pada kelompok umur x pada pertengahan tahun;
x             : kelompok umur;
k             : konstanta, bisanya 1000.
 IMR= D0 / B x k
IMR        : angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup dalam tahun tertentu;
D0          : jumlah kematian bayi di bawah 1 tahun pada tahun tertentu;
B             : jumlah kelahiran hidup dalam tahun yang sama;
k             : konstanta, bisanya 1000.
 Migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk yang bersifat menetap dari suatu tempat ke tempat lain melampaui batas administrasi suatu wilayah. Pada ranah negara migrasi terbagi dua, Imigrasi (penduduk dari luar masuk) dan Emigrasi (penduduk dari dalam pindah ke luar).
Angka Migrasi Masuk
mi = I / P x k
mi           : angka migrasi masuk per 1000 penduduk pada tahun tertentu;
I             : jumlah imigran masuk pada tahun tertentu;
P            : jumlah penduduk pada pertengahan tahun;
k            : konstanta, bisanya 1000.
Angka Migrasi Keluar
me = E / P x k
me          : angka migrasi masuk per 1000 penduduk pada tahun tertentu;
E             : jumlah penduduk keluar negara pada tahun tertentu;
P             : jumlah penduduk pada pertengahan tahun;
k             : konstanta, bisanya 1000.
 Angka Migrasi Neto
mn = ((I – E) / P) x k
mn          : angka migrasi masuk per 1000 penduduk pada tahun tertentu;
I              : jumlah imigran masuk pada tahun tertentu;
E             : jumlah penduduk keluar negara pada tahun tertentu;
P             : jumlah penduduk pada pertengahan tahun;
k             : konstanta, bisanya 1000.
Angka Migrasi Bruto
mg = ((I + E) / (P1 + P2)) x k
mg                    : angka migrasi bruto;
I              : jumlah imigran masuk pada tahun tertentu;
E             : jumlah penduduk keluar negara pada tahun tertentu;
P1           : jumlah penduduk di tempat tujuan;
P2           : jumlah penduduk di tempat asal;
k             : konstanta, bisanya 1000.

X IPS 2, 3


Soal latihan mencari pusat episentrum
1.  Diketahui 2 kali gempa yang terjadi pada pukul 11.24’15” dan gempa susulan pada pukul 11.35’28”. Dimanakah pusat terjadinya gempa ?
2.  Diketahui 2 kali gempa yang terjadi pada pukul 10.14’05” dan gempa susulan pada pukul 10.37’08”. Dimanakah pusat terjadinya gempa ?
3.  Diketahui 2 kali gempa yang terjadi pada pukul 12.21’15” dan gempa susulan pada pukul 12.30’48”. Dimanakah pusat terjadinya gempa ?
4.   Diketahui 2 kali gempa yang terjadi pada pukul 01.04’15” dan gempa susulan pada pukul 01.15’48”. Dimanakah pusat terjadinya gempa ?
5.  Diketahui 2 kali gempa yang terjadi pada pukul 07.24’25” dan gempa susulan pada pukul 07.43’28”. Dimanakah pusat terjadinya gempa ?

16 Jan 2020

XI IPS 1

SOAL GEOMETRIS DAN EKSPONENSIAL
     1. DIKETAHUI JUMLAH PENDUDUK TAHUN 2000 BERJUMLAH 15.378.002 JIWA DAN JUMLAH PENDUDUK TAHUN 2010 SEBANYAK 17.453.027 JIWA, TENTUKAN LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK GEOMETRIS DAN EKSPONENSIALNYA
S  2. DIKETAHUI JUMLAH PENDUDUK TAHUN 2000 BERJUMLAH 27.208.032 JIWA DAN JUMLAH PENDUDUK TAHUN 2010 SEBANYAK 38.467.027 JIWA, TENTUKAN LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK GEOMETRIS DAN EKSPONENSIALNYA   
   3. DIKETAHUI JUMLAH PENDUDUK TAHUN 2000 BERJUMLAH 27.118.082 JIWA DAN JUMLAH PENDUDUK TAHUN 2010 SEBANYAK 28.457.427 JIWA, TENTUKAN LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK GEOMETRIS DAN EKSPONENSIALNYA   
    4.  DIKETAHUI JUMLAH PENDUDUK TAHUN 2000 BERJUMLAH 16.488.072 JIWA DAN JUMLAH PENDUDUK TAHUN 2010 SEBANYAK 18.567.427 JIWA, TENTUKAN LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK GEOMETRIS DAN EKSPONENSIALNYA   
        

15 Jan 2020

XII IPS 1,2,3

PEMBAHASAN SOAL


1.       Setiap musim penghujan di Jakarta dan sekitarnya sering terjadi banjir dan tanah longsor terutama dikawasan hilir sungai Ciliwung. Untuk memecahkan masalah tersebut dalam stugi geografi dilakukan dengan …
a.       Pendekatan keruangan
b.      Pendekatan ekologi
c.       Pendekatan kompleks wilayah
d.      Pendekatan regionalisasi
e.      Pendekatan kewilayahan
2.       Gerakan lempeng Indo Australia berdampak terjadi gempa di wilayah Sumatra dan aktivitas Gunung Sinabung. Prinsip geografi yang berkaitan dengan fenomena tersebut adalah …..
a.       Prinsip korologi
b.      Prinsip kronologi
c.       Prinsip deskripsi
d.      Prinsip interelasi
e.      Prinsip distribusi
3.       Fenomena geosfer :
1.       Tingginya tingkat kematian bayi
2.       Pengembangan wilayah pemukiman
3.       Pergerakan lempeng tektonik
4.       Evakuasi korban bencana alam
5.       Terjadinya tanah longsor di pegunungan
Aspek geografi nonfisik dari fenomena tersebut terdapat pada angka ….
a.       1, 2, dan 3                                                    d.    2, 4, dan 5
b.      1, 2, dan 4                                                    e.    3, 4, dan 5
c.       1, 3, dan 5
4.       Tanaman pinang tumbuh subur di Brebes, diangkut ke Jakarta atau kota lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kota dan sebaliknya. Konsep geografi yang berkaitan dengan fenomena itu adalah ……
a.       Jarak                                                              d.   Keterjangkauan
b.      Interdependensi                                             e.   lokasi
c.       Nilai guna                   
5.       Cabang geografi yang mempelajari bentuk muka bumi adalah …..
a.       Geologi                                                        d.   Geosfer
b.      Geomorfologi                                              e.   Geodesi
c.       Geoekologi
6.       Fenomena geosfer :
1.       Banjir merusak beberapa rumah di kampong Pulo – Jakarta Timur
2.       Banjir bandang telah mengubur beberapa rumah di Bogor
3.       Lahar dingin menutupi jalan raya di magelang
4.       Penggundulan hutan mengubah kawasan DAS di Jawa Barat
5.       Rob merendam pemukiman di kampung Muara Baru Jakarta Utara
Aspek fisik yang berkaitan dengan fenomena hidrosfer antara lain berupa ….
a.       1, 2, dan 3                                                                    d.   2, 4, dan 5
b.      1, 2, dan 4                                                                    e.   3, 4, dan 5
c.       1, 3, dan 5
7.       Contoh gejala antroposfer …….
a.       Tingginya angka kematian disebabkan oleh kemakmuran penduduk yang semakin meningkat
b.      Majunya pendidikan suatu penduduk mengakibatkan semakin tingginya kriminalitas
c.       Kelebihan penduduk mendorong migrasi ke luar
d.      Daerah aliran sungai di daerah hulu akan lebih banyak penduduknya daripada di daerah bagian hilir
e.      Besarnya angka kematian mengakibatkan tingginya angka ketergantungan usia muda
8.   Keterkaitan antara faktor yang satu dengan yang lain dan terjadi dipermukaan bumi serta tersebar tidak merata, dapat dipelajari dengan menggunakan prinsip ……………

a.        Distribusi dan interaksi
b.       Interelasi dan distribusi
c.        Korologi dan keruangan
d.       Diskripsi dan interelasi
e.       Korologi dan dependensi
9.  Peristiwa gunung meletus, gempa bumi, dan longsor yang sering terjadi diwilayah indonesia. Hal itu merupakan contoh aspek geosfer pada lapisan …………………
a.        Atmosfer d. Biosfer
b.       Litosfer                    e. Antroposfer
c.        Hidrosfer
10.Yang termasuk lapisan geosfer adalah ……..
a.        Litosfer, habitat, komunitas
b.       Habitat lingkungan sekitar manusia
c.        Biosfer,  atmosfer, dan antroposfer
d.       Biosfer, litosfer, hidrosfer, atmosfer dan antroposfer
e.       Biosfer, atmosfer, hidrosfer
11. Berikut ini merupakan prinsip-prinsip dalam geografi ……………..
a.        Distribusi d. Interelasi
b.       Deskripsi e. Korologi
C.    Lokasi
12. Dalam mempelajari geografi diperlukan ilmu penunjang lainnya, jika kita mempelajari atmosfir ilmu penunjangnya adalah …………
a.        Geologi
b.       Meteorologi dan klimatologi
c.        Pedologi
d.       Geomorfologi
e.       Antropogeografi

14 Jan 2020

kls xi ips 2

 SOAL GEOMETRIS DAN EKSPONENSIAL
     1. DIKETAHUI JUMLAH PENDUDUK TAHUN 2000 BERJUMLAH 15.378.002 JIWA DAN JUMLAH PENDUDUK TAHUN 2010 SEBANYAK 178.453.027 JIWA, TENTUKAN LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK GEOMETRIS DAN EKSPONENSIALNYA
S  2. DIKETAHUI JUMLAH PENDUDUK TAHUN 2000 BERJUMLAH 27.208.032 JIWA DAN JUMLAH PENDUDUK TAHUN 2010 SEBANYAK 198.4567.027 JIWA, TENTUKAN LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK GEOMETRIS DAN EKSPONENSIALNYA   
   3. DIKETAHUI JUMLAH PENDUDUK TAHUN 2000 BERJUMLAH 27.118.082 JIWA DAN JUMLAH PENDUDUK TAHUN 2010 SEBANYAK 208.4567.427 JIWA, TENTUKAN LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK GEOMETRIS DAN EKSPONENSIALNYA   
    4.  DIKETAHUI JUMLAH PENDUDUK TAHUN 2000 BERJUMLAH 27.488.072 JIWA DAN JUMLAH PENDUDUK TAHUN 2010 SEBANYAK 108.4567.427 JIWA, TENTUKAN LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK GEOMETRIS DAN EKSPONENSIALNYA   
        

13 Jan 2020

X IPS 2, 3, 1


Pertemuan Pertama
Struktur Lapisan Kulit Bumi (Litosfer) dan Pemanfaatannya
Permukaan bumi terdiri atas daratan dan perairan atau lautan. Sering disebut geosfer dan hidrosfer. Diatas geosfer dan hidrosfer ada lapisan udara disebut atmosfer yang menyelubingi bumi, tebalnya kurang lebih 1.000 km, bagian bawah padat, makin keatas makin renggang.. Atmosfer turut berotasi dengan bumi dari barat ke timur. Permukaan daratan tidak rata, melainkan berlekuk-lekuk, berupa dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, dan gunung-gunung. lapisan kulit bumi sering disebut litosfer.
keadaan permukaan yang tidak rata itu disebut relief. relief adalah tinggi rendahnya permukaan tanah. Ddasar laut itu dianggap pula permukaan, yaitu permukaan dasar laut. Permukaan dasar laut merupakan kelanjutan dari permukaan daratan. Jadi, kesimpulannya adalah relief daratan dan relief dasar laut.

1. Pengertian Kulit Bumi (Litosfer) dan Susunan Lapisannya
lapisan kulit bumi sering disebut litosfer. Litosfer berasal dari kata litos berarti batu dan sfer/sphaira berarti bulatan. Litosfer merupakan lapisan batuan atau kulit bumi yang mengikuti bentuk bumi yang bulat dengan ketebalan kurang lebih 1.200 km.
Litosfer bumi terdiri atas beberapa lempeng keras. Lempeng ini bergeser  dan bergerak diatas lapisan yang lebih lunak yang disebut astenosfer.
Tebel kulit bumi tidak merata. Kulit bumi di bagian benua/dataran lebih tebal daripada di bawah samudera. Bumi tersusun atas beberapa lapisan.

  • Barisfer, yaitu lapisan inti bumi merupakan bahan padat yang tersusun atas lapisan nife (niccolum=nikel dan ferrum=besi). Jari-jari kurang lebih 3.470 km dan batas luarnya kurang lebih 2.900 km di bawah permukaan bumi.
  • Lapisan pengantara, yaitu lapisan yang terdapat diatas lapisan nife setebal 1.700 km. Berat jenisnya rata-rata 5 gr/cm. Lapisan pengantara, disebut juga asthenosfer (mantle), merupakan bahan cair bersuhu tinggi dan berpijar.
  • Litosfer, yaitu lapisan yang terletak diatas lapisan pengantara, dengan ketebalan 1.200 km. Berat jenisnya rata-rata 2,8 gr/cm. Litosfer (kulit bumi) terdiri atas lapisan sial dan lapisan sima.
·         Lapisan Sial, yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan aluminium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2O3. Dalam lapisan ini terdapat batuan sedimen, granit, andesit, jenisjenis batuan metamorf, dan batuan lain yang terdapat di daratan benua. Lapisan sial disebut juga lapisan kerak yang bersifat padat dan kaku, berketebalan rata-rata ± 35 km. Kerak ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu kerak benua dan kerak samudera.
·         Kerak benua, merupakan benda padat yang terdiri atas batuan beku granit pada bagian atasnya dan batuan beku basalt pada bagian bawahnya. Kerak ini yang menempati sebagai benua.
·         Kerak samudera, merupakan benda padat yang terdiri atas endapan di laut pada bagian atas, kemudian di bawahnya batuan-batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun atas batuan beku gabro dan peridotit. Kerak ini menempati sebagai samudera.
·         Lapisan sima, yaitu lapisan kulit bumi yang disusun oleh logamlogam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa SiO2 dan MgO. Lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar daripada lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium, yaitu mineral ferromagnesium dan batuan basalt. Lapisan sima merupakan bahan yang bersifat elastis dan mempunyai ketebalan rata-rata 65 km.
2. Batu-batuan Kulit Bumi
Batuan kulit bumi tebalnya sekitar 4 - 80 km. Kulit bumi terdiri atas dua lapisan batuan, yaitu lapisan Sial/Silisium-Aluminium dan lapisan Sima/Silisium-Magnesium mempunyai massa jenis 2,6 - 3,0. Seolah-olah kulit bumi mengapung di atas lapisan mantel (lapisan di bawahnya) karena massa jenisnya lebih kecil. Kerak bumi ini dingin dan padat sehingga nyaman untuk tempat tinggal makhluk hidup. Lapisan mantel terletak di bawah lapisan kulit bumi, tebalnya 2.900 km. Massa jenis lapisan mantel antara 3,0 - 8,0. Lapisan inti terletak di bawah lapisan mantel. Terdiri atas inti bagian luar (outer core), tebalnya mencapai 2.100 km dan inti bagian dalam (inner core). Batu-batuan kulit bumi dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan metamorf.

a. Batuan Beku
Batuan jenis ini ialah batuan yang terbentuk karena magma pijar yang mendingin menjadi padat. Berdasarkan tempat pendinginannya ada tiga macam batuan beku.
  • 1) Batuan Tubir/Batu Beku Dalam 
Batuan tubir terbentuk jauh di dalam kulit bumi dan hanya terdiri atas kristal saja. Karena pendinginannya lambat sekali maka kristalnya besar-besar, misalnya granit.
  • 2) Batuan Leleran/Batu Beku Luar
Batuan ini membeku di luar kulit bumi sehingga temperatur turun cepat sekali. Zat-zat dari magma hanya dapat membentuk kristal-kristal kecil, dan sebagian ada yang sama sekali tidak dapat menjadi kristal. Itu sebabnya batuan leleran ada yang terdiri atas kristal-kristal besar, kristal-kristal kecil dan bahan amorf, misalnya liparit. Ada yang hanya terdiri atas bahan amorf, misalnya batu apung.
  • 3) Batuan Korok/Batu Beku Gang
Batuan ini terbentuk di dalam korok-korok atau gang-gang. Karena tempatnya dekat permukaan, pendinginannya lebih cepat. Itu sebabnya batuan ini terdiri atas kristal besar, kristal kecil, dan bahkan ada yang tidak mengkristal. Misalnya bahan amorf dan granit fosfir.


b. Batuan Sedimen (Batuan Endapan)
Bila batuan beku lapuk maka bagian-bagiannya yang lepas mudah diangkut oleh air, angin, atau es, dan diendapkan di tempat lain. Batuan yang mengendap ini disebut batuan sedimen. Batuan ini mula-mula lunak, tetapi lama-kelamaan menjadi keras karena proses pembatuan.
Dilihat dari perantara atau mediumnya, batuan sedimen dapat dibagi menjadi tiga golongan sebagai berikut.
  • 1) Batuan sedimen aeris atau aeolis
Pengangkut batuan ini adalah angin. Contohnya tanah los, tanah tuf, dan tanah pasir di gurun.
  • 2) Batuan sedimen glasial
Pengangkut batuan ini adalah es. Contohnya moraine.
  • 3) Batuan sedimen aquatis (aqua = air)
    • a) Breksi, yakni batuan sedimen yang terdiri atas batu-batu yang bersudut tajam yang sudah direkat satu sama lain.
    • b) Konglomerat, yakni batuan sedimen yang terdiri atas batu-batu yang bulat-bulat yang sudah direkat satu sama lain.
    • c) Batu pasir, yakni batuan sedimen yang terdiri atas kristal-kristal.

Dilihat dari tempat pengendapannya ada tiga macam batuan sedimen, yaitu batuan sedimen lakustre, kontinental, dan marine.


  • 1) Batuan sedimen lakustre, yakni batuan sedimen yang diendapkan di danau.
Contoh: turf danau dan tanah liat danau.
  • 2) Batuan sedimen kontinental, yakni batuan sedimen yang diendapkan di laut.
Contoh: tanah los dan tanah gurun pasir.
  • 3) Batuan sedimen marine, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di laut.
Contoh: lumpur biru di pantai, endapan radiolaria di laut dalam, dan lumpur merah.

c. Batuan Metamorf
Batuan ini merupakan batuan yang mengalami perubahan yang dahsyat. Asalnya dapat dari batuan beku atau batuan sedimen. Perubahan itu dapat terjadi karena bermacam-macam sebab sebagai
berikut.
  • 1) Karena Suhu Tinggi
Suhu tinggi berasal dari magma, sebab batuan itu berdekatan dengan dapur magma sehingga metamorfosa ini disebut metamorfosa kontak.
Contoh: marmer dari batu kapur dan antrasit dari batu bara.
  • 2) Karena Tekanan Tinggi
Tekanan tinggi dapat berasal dari adanya endapan-endapan yang tebal sekali di atasnya.
Contoh: batu pasir dari pasir.